Dugaan Korupsi Rastra Berkasnya Dinyatakan Lengkap

ilustrasi

BIAK-Berkas penanganan dugaan tindak pidana korupsi beras sejahtera (Rastra) di Distrik Bondifuar Kabupaten Biak Numfor tahun  2016/2017 dinyatakan P21 atau lengkap. Dengan begitu, maka tersangka IA bersama sejumlah barang bukti dan berkas lainnya juga telah diserahkan ke jaksa penuntut umum Kejaksaan Negeri Biak.

  Kapolres Biak Numfor AKBP Mada Indra Laksanta, S.IK.,M.Si mengatakan, dari hasil audit yang dilakukan oleh Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Papua telah ditemukan kerugian negara kurang lebih sebesar Rp. 496,8 miliar. Diduga kuat beras yang mestinya diperuntukan bagi masyarakat tidak sampai di lapangan.

  “Kasusnya sudah P21, dan telah dilimpahkan ke pihak Kejaksaan Negeri Biak untuk proses selanjutnya. Intinya, bahwa dari hasil audit BPKP ditemukan kerugian negara sebesar Rp. 496,8 miliar, jadi beras itu diduga kuat tidak sampai di masyarakat,” kata Kapolres kepada wartawan ketika memberikan keterangan pers, di ruang rapat Polres,  Sabtu (31/12) malam.

  Sepanjang tahun 2019, Polres Biak Numfor melakukan penyelidikan terhadap 6 kasus dugaan kasus tindak panda korupsi, termasuk kusus beras sejahtera di Distrik Bondifuar yang sudah dinyatakan P21. Kasus penyelidikan dugaan korupsi yang sementara di tangani Polres Biak Numfor masih pengumpulan bukti-bukti, termasuk akan meminta ahli dalam melakukan audit.

  “Khusus untuk kasus dugaan korupsi yang statusnya masih penyelidikan, masih terus didalami dengan melengkapi bukti-bukti. Nantinya tentu saja kami juga akan meminta ahli untuk melakukan audit,” tandas Kapolres.(itb/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *