DIPA Tahun 2020 BKKBN Naik Rp 48 M

Kepala BKKBN Provinsi Papua, Charles Brabar SE M.Si, menyerahkan DIPA kepada para pegawai di Aula BKKBN Provinsi Papua di Kotaraja, Senin (30/12). (Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Daftar Isian Pelaksana Anggaran (DIPA) Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, naik sedikit singnifikan, yakni kurang lebih Rp 48 miliar. Hal ini menandakan bahwa ada sebuah peningkatan yang cukup singnifikan. Kepala BKKBN Provinsi Papua, Charles Brabar SE M.Si, mengungkapkan bahwa peningk atan anggaran yang dikeluarkan ini juga harus berorientasi kepada maksimalisasi akuntabilitas kinerja .  “Artinya sejauh mana program yang kita jalankan, apakah sesuai sasaran atau target atau tidak,” ungkapnya kepada wartawan, usai menyerahkan DIPA tahun 2020 di Aula BKKBN Provinsi Papua, Senin (30/12).

Kata Charles, selain kinerja, ada beberapa prigram yang akan dilakukan BKKBN Papua di tahun 2020, sehingga hal ini mengakibatkan anggaran BKKBN sedikit mengalami peningkatan dari tahun-tahun sebelumnya. Adapun program-program yang akan dikerjakan pada tahun 2020, yaitu masalah stunting, masalah edukasi, pembangunan fisik BKKBN, pendataan keluarga tahun 2020 dan beberapa program lainnya.

Namun demikian, menurut Charles untuk anggaran DIPA tahun 2019 mengalami penurunan sangat dratis, yakni kurang lebih Rp 30 miliar dibandingkan tahun 2018 yang mencapai Rp 80 M. “Meskipun jumlah anggaran tahun 2019 mengalami penurunan, tetapi semangat dari para pelaksana anggaran untuk melakukan pengelolaan keuangan sangat transparan dan baik,” ucapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *