Beli Warung, lalu Gali Terowongan untuk Jebol Pipa

AKSI TERENCANA : Parit yang menghubungkan terowongan dengan pipa minyak PT Chevron Pacific Indonesia (CPI) di Tapung Hilir, Kampar, Riau.

Mereka rela mengeluarkan Rp 50 juta untuk membeli warung tersebut pada 2018. Lalu, mereka menggali terowongan di belakang warung. Terowongan itu tersambung dengan pipa minyak milik PT CPI yang ada di seberang jalan.

Penggalian dilakukan Busari alias Tejo dan Hutri alias Sutris atas perintah Daulat. Untuk memuluskan rencana jahat tersebut, mereka juga menggali parit di seberang jalan. ”Terowongan dan parit digali selama dua bulan,” terangnya.

Pantauan wartawan Jawa Pos (Grup Cenderawasih Pos) Ilham Dwi Wancoko, parit itu memiliki panjang sekitar 2 meter. Lokasinya tepat di samping jalan. Lalu, terdapat terowongan dengan kedalaman sekitar 2 meter melintang di bawah jalan raya. ”Terowongan ini potensial membuat jalan runtuh,” ujarnya.

Diameter terowongan sekitar 2 meter, cukup untuk dilewati beberapa orang sekaligus. ”Dalam terowongan itu ada sambungan pipa yang menyedot minyak dari PT CPI,” paparnya. Meilki mengatakan, sindikat itu menggunakan truk CPO untuk kedok mengangkut minyak mentah. Untuk mengisi satu truk CPO yang bisa mengangkut ribuan liter minyak, mereka hanya butuh waktu sekitar setengah jam. ”Ini benar-benar mafia profesional,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda Riau, Kombespol Andri S. menjelaskan, setelah Daulat Panjaitan ditangkap, barulah terungkap bahwa Daulat hanya koordinator lapangan. ”Bosnya adalah Joni Hendriyanto, sekarang sudah ditangkap,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *