Tarif Listrik Batal Naik, PLN Diminta Berhemat

Sebelumnya, Anggota komisi VII DPR RI Fraksi PKS Saadiah Ulluputy meminta agar PLN tidak menaikkan tarif dasar listrik bagi pelanggan, khususnya masyarakat. Menurutnya, kondisi rasio elektrifikasi kelistrikan saat ini mengalami kenaikan secara signifikan, namun tidak diimbangi dengan ketahanan listrik. ‘’Namun yang menjadi catatan rasio elektrifikasi di daerah 3 T yang hanya menyala 6 jam saja dalam sehari,’’ ungkapnya.

Dari beberapa negara yang ada, lanjut Saadiah, tarif listrik di Indonesia tergolong mahal dibandingkan dengan sejumlah negara yang ada di dunia. Selain itu, kondisi perekonomian global justru mendukung pemerintah untuk menurunkan tarif listrik, di mana faktor-faktor pembentuk harga keekonomian listrik mengalami penurunan, seperti harga minyak bumi Indonesia (ICP), nilai tukar kurs rupiah dan tingkat inflasi.

Sementara itu, Pengamat Energi Mamit Setiawan memandang, pembatalan kenaikan tariff itu cukup disayangkan. Menurut dia, sejauh ini pengguna listrik golongan 900 VA tercatat banyak. Selain itu, golongan tersebut bisa dikatakan sebagai golongan menengah.

‘’Dengan pembatalan ini jelas dampaknya pada keuangan PLN. Karena otomatis PLN harus memberi subsidi terlebih dulu kepada pengguna tersebut,’’ ujar Direktur Eksekutif Energy Watch ini kepada Jawa Pos, kemarin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *