Separatis Hingga Kekerasan Sosial Masih Mewarnai Tahun 2020

Pengamat sosial politik Universitas Cenderawasih, Marinus Yaung S.IP, MA( foto: Gamel/cepos)

JAYAPURA – Pergantian tahun tinggal menghitung jam, berbagai refleksi dilakukan dari berbagai aspek. Untuk persoalan sosial politik sendiri diprediksi masih akan diwarnai dengan mencuatnya masalah  sosial politik yang di dalamnya berkaitan dengan separatis dan kekerasan sosial. Ini tak lepas karena sejumlah kasus tak kunjung selesai. “Saya menyimpulkan seperti itu, dinamika kondisi sosial politik di Papua tahun 2019 masih seputar isu politik separatisme dan kekerasan sosial. Ini  karena konflik politik dan krisis kemanusian yang tidak terselesaikan,” kata pengamat sosial politik Universitas Cenderawasih, Marinus Yaung, Senin (30/12).

Ia melihat pemerintah pusat masih terus bermanufer dan mencari formulasi yang tepat untuk menyelesaikan persoalan Papua. Apalagi ULMWP terus bergerilya mencari dukungan dan semakin menguat dan mengkristalnya isu separatis politik karena proses internasionalisasi isu Papua tadi. Yaung menyebut kelompok separatis ULMWP dan Negara – Negara MSG sudah memiliki target politik untuk memasukan isu Papua dlm agenda Badan Dekolonisasi PBB di tahun 2019.

Vanuatu sebagai negara anggota PBB yang menyusun proposal tentang penentuan nasib sendiri bangsa Papua telah melakukan langkah – langkah diplomasi yang maksimal bersama sekutu utamanya Negara Solomon Island utk meyakinkan negara-negara anggota PBB. Namun diplomasi Vanuatu, Solomon Island dan ULMWP belum berhasil meyakinkan negara – negara anggota PBB dan juga lima negara pemegang hak veto. Akibatnya isu refendum Papua redup dalam sidang majelis umum PBB bulan September 2019.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *