72 Orang Meregang Nyawa di Jalan Raya

Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas didampingi Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP Sugeng dan Kasubag Humas Polresta Jayapura Kota Iptu Jahja Rumra saat memberikan siaran pers refleksi akhir tahun Polresta Jayapura Kota di Mapolresta Jayapura Kota, Senin (30/12).

Curanmor Capai 1015 Kasus,  523 Kasus Penganiayaan

JAYAPURA- Polresta Jayapura Kota mencatat, sebanyak 72 orang sepanjang tahun 2019  tewas dalam kecelakaan lalu lintas di jalan raya. Kasus tersebut tentu mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun 2018 yang tercatat sebanyak 58 orang tewas dalam kecelakaan.

Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas dalam refleksi akhir tahun 2019 di Mapolresta Jayapura Kota menyebutkan, kasus tersebut merupakan kasus menonjol yang ditangani Polres Jayapura Kota.

Untuk mencegah terjadinya kecelakaan di jalan raya, Kapolres mengaku akan melakukan langkah untuk pencegahan yakni melakukan razia  terhadap pengemudi yang dipengaruhi minuman beralkohol.

“Razia terutama di jalur Ringroad, Jembatan Youtefa. Karena kecelakaan yang signifikan kerap terjadi di jalur tersebut. Selain itu anggota juga akan razia di jalur lainnya yang ada di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota,” ucap Kapolres didampingi Kasat Reskrim Polresta Jayapura Kota AKP Sugeng dan Kasubag Humas Polresta Jayapura Kota  dalam keterangan refleksi akhir tahun kepada wartawan di Mapolresta Jayapura, Senin (30/12).

Dalam razia yang dilakukan tersebut apabila ditemukan warga yang mengemudi motor ataupun mobil dibawah pengaruh minuman keras maka pihaknya segera melakukan langkah untuk  ditilang.

Kasus menonjol lainnya lanjut Kapolres, yakni terkait dengan kasus curanmor dan penganiayaan. Pihaknya mencatat sepanjang tahun 2019 tercatat sebanyak 1.015 kasus curanmor, 523 kasus penganiayaan dan 538 kasus pencurian biasa disusul kasus-kasus lainnya (lihat tabel).

“Untuk kerugian atas kerusuhan di Jayapura apada agustus lalu diperkirakan sebanyak Rp 60 M, serta ada beberapa kasus yang telah kami  proses hingga tahap dua atas kejadian tersebut,” terangnya.

Ia juga menyebutkan sepanjang tahun 2019 sebanyak 2 orang simpatisan KNPB yang diproses hukum. Hal ini terkait dengan kasus Curanmor yang pelakunya ditangkap di Rusunawa Kamwolker dengan LP kasus curas di Expo. Dimana keduanya sedang menjalani hukuman di  Lapas. (fia/wen)

Adapun data kriminalitas yang terjadi di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota

Kasus tahun 2018 tahun 2019

Pengeroyokan 267 kasus 215 kasus

Penipuan 129 kasus 126 kasus

Perjudian 70 kasus 19 kasus

KDRT 70 kasus 58 kasus

Setubuh anak 40 kasus 42 kasus

Kekerasan anak 30 kasus –

Pencabulan 30 kasus 30 kasus

Kebakaran 28 kasus 41 kasus

Pemerkosaan 12 kasus 16 kasus

UU Darurat 12 kasus 15 kasus

Orang hilang 4 kasus –

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *