Tahun 2019, 61 Orang Tewas Akibat Konflik di Papua

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Wakapolda Papua Brigjen Pol Yakobus Marjuki dan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal saat pemaparan dalam refleksi laporan akhir tahun di Mapolda Papua, Sabtu (28/12). (Elfira/Cepos)

Selama Tahun  2019 Polda Papua telah berhasil menyelamatkan uang negara sebesar Rp 7.260.639.511. Kejahatan berimplikasi kontijensi selama tahun 2019 terjadi sebanyak 87 konflik jika dibandingkan dengan tahun 2018 sebanyak 120 konflik.

“Salah satu kejadian yang menonjol yang terjadi yakni kasus pengrusakan dan penganiayaan  oleh Ustadz Jafar Umar Thalib bersama santrinya yang terjadi pada Rabu, 27 Februari 2019 di Koya Barat Distrik Muara Tami,” jelasnya.

Adapun unjuk rasa yang terjadi di tahun 2019 sebanyak  87 kasus. Jumlah tersebut turun jika dibandingkan dengan 2018 sebanyak 120 kasus.  Dimana unjuk rasa terjadi di beberapa kabupaten/kota terkait tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya yang berdampak terjadi unjuk rasa anarkis di Kabupaten Mimika, Kabupaten Deiyai, Kabupaten Jayawijaya dan Kota Jayapura.

Sementara bidang Kamseltibcarlantas, kecelakaan lalu lintas selama tahun 2019 sebanyak 642 kasus. Jumlah tersebut turun, jika dibandingkan dengan tahun 2018 sebanyak 1.150 kasus.

Kecelakaan di tahun 2019 tersebut, tercatat korban meninggal dunia sebanyak 76 orang. Korban luka berat 308 orang dan korban luka ringan sebanyak 690 orang. Data pelanggaran Lalu Lintas Tahun 2019 sebanyak 23.887 kasus sedangkan tahun 2018 sebanyak 22.705 kasus.

Untuk penanganan kasus menonjol selama Tahun 2019 terjadi sebanyak 23 kasus KKB yang terjadi di Polres Puncak Jaya, Polres Jayawijaya Polres Mimika dan Polres Paniai. Dalam kasus tersebut terdapat korban  dari TNI-Polri dan masyarakat yaitu anggota TNI-Polri sebanyak 10 meninggal dunia dan masyarakat meninggal dunia sebanyak 10 orang. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *