Tahun 2019, 61 Orang Tewas Akibat Konflik di Papua

Kapolda Papua Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Wakapolda Papua Brigjen Pol Yakobus Marjuki dan Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol AM Kamal saat pemaparan dalam refleksi laporan akhir tahun di Mapolda Papua, Sabtu (28/12). (Elfira/Cepos)

Kapolda memprediksikan masih ada gangguan ketertiban pada tahun depan.  Hal ini karena adanya pelaksanaan pemilihan kepala daerah,  Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua. Serta masih adanya mahasiswa yang meninggalkan tempat kuliahnya di sejumlah daerah di Indonesia dan kembali ke Papua.

Selain itu,  masih terdapat KKB yang belum menghentikan aksi terornya di sejumlah daerah seperti Lanny Jaya,  Puncak,  Puncak Jaya,  Jayawijaya dan Nduga. “Kami akan membentuk tim khusus untuk melaksanakan deteksi,  pemetaan,  mengejar dan penegakan hukum terhadap anggota KKB  di seluruh wilayah Papua,”  katanya.

Dalam pemaparan refleksi, Kapolda Paulus Waterpauw menerangkan bahwa bidang kriminalitas kasus kejahatan konvensional yang ditangani Polda Papua dan jajaran selama tahun 2019 sebanyak 3.203 kasus. Jumlah tersebut meningkat dibanding tahun 2018 yang berjumlah 2.372 kasus.

Adapun kasus konvensional menonjol yaitu pencurian kendaraan bermotor selama tahun 2019  terjadi sebanyak  1.667 kasus jika dibandingkan dengan Tahun 2018 sebanyak 1.357 kasus.

Kasus penganiayaan dengan pemberatan selama tahun 2019 terjadi sebanyak  65 kasus jika dibandingkan tahun 2018 sebanyak  215 kasus. Sementara untuk penyelesaian kasus tahun 2019 sebanyak 41 kasus, dibandingkan dengan Tahun 2018 sebanyak 113 kasus.

Kejahatan trans nasional selama tahun 2019 terjadi sebanyak 275 kasus jika dibandingkan dengan tahun 2018 sebanyak 256 kasus berarti tahun 2019 terjadi peningkatan sebanyak 19 kasus atau 7,42%. Ada  2 kasus kejahatan trans nasional menonjol yang tangani Polda Papua yakni Cyber Crime dan Narkoba.

Sementara kejahatan kekayaan negara selama tahun  2019  terjadi  sebanyak 91  kasus  jika dibandingkan dengan tahun 2018 sebanyak 101 kasus.  Sebanyak 4 kasus kejahatan kekayaan negara menonjol yang tangani Polda Papua yakni Illegal Logging, Illegal Fishing, Money Laundering dan Korupsi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *