Melabuhkan Harapan ke Shin Tae-Yong, Pelatih Baru Timnas

Pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, saat diperkenalkan secara resmi kepada awak media sebagai pelatih Tim Nasional Indonesia di Stadion Pakansari Bogor, Sabtu 28/12/19. Shin mendapat kontrak 4 tahun menangani timnas. Foto: Chandra Satwika/Jawa Pos.

Pemain-pemain di Indonesia sudah terbiasa dengan pemusatan latihan jangka panjang. Bagaimana caranya Anda mengubah kebiasaan itu?

Saya belum tahu soal itu, saya mau  mengumpulkan pemain terlebih dahulu. Punya waktu banyak untuk pemusatan latihan memang bagus, tapi sepertinya tidak akan saya lakukan.

Bagaimana kualitas liga di Indonesia? Apa yang ingin Anda sampaikan ke pengelola liga agar pemain-pemain yang dihasilkan sinkron dengan standar timnas?

Saya harus bicara dulu dengan PSSI, tapi PSSI sudah berjanji 100 persen membantu saya soal itu.

Apa modal terbaik sepak bola Indonesia agar bisa berkembang?

Banyak sekali, tidak bisa saya sebutkan satu persatu. Yang pasti seperti yang saya katakan, di beberapa video yang saya tonton, walau kalah, pemain Indonesia bermain bagus. Punya pemahaman sepak bola yang baik. Memang banyak pekerjaan yang harus dilakukan, tidak bisa cepat, step by step untuk mencapai yang maksimal.

Sejauh apa sepak bola Indonesia tertinggal dibandingkan negara Asia Tenggara lain seperti Thailand dan Vietnam? Atau di Asia pada umumnya?

Indonesia memang berada di peringkat 170 FIFA, tapi menurut saya itu tidak ada masalah. Bukan level yang rendah, karena nanti pada waktunya akan meraih hasil maksimal. Tidak akan terburu-buru, seperti yang diminta oleh Ketua Umum PSSI (M. Iriawan).

Untuk timnas yang disiapkan Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang, apa tidak ada rencana membuat pemusatan latihan jangka panjang? Sebab, banyak dari pemain junior Indonesia yang jarang mendapat jam terbang di klub

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *