Serangan Jantung, Guru Kontrak Meninggal

Warga Tolikara menangis haru saat melepas pemberangkatan jenazah Yunuma Warumu, guru kontrak dari Karubaga menuju daerah asal di Pulau Nias, Jumat (27/12).

KARUBAGA-Tangis haru ratusan warga Tolikara mewarnai pemberangkatan jenazah Yunuma Warumu, guru kontrak asal Pulau Nias meninggal dunia akibat  serangan jantung. Almarhum Yunuma Warumu berangkat dari Kampung Kuari berobat di RSUD Karubaga, sejak Selasa (24/12).

  Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Karubaga dr Delwien Ester Jacop  mengungkapkan bahwa almarhum datang berobat di RSUD Karubaga dengan keluhan nyeri dada dan ulu hati. Dokter sudah berupaya maksimal menanganinya, namun nyawa almarhum Yunuma   tidak tertolong,dan   menghembuskan nafas terakhir, Kamis (26/12)  pukul 11:00 WIT.

  “Penaganan awal sudah dilakukan secara maksimal dengan peralatan medis yang ada. Namun nyawa almarhum tidak tertolong,” ujar  Direktur RSUD dr Delwien Jacop.

  Lebih dari empat tahun sejak tahun 2016,  almarhum Yunuma Warumu diangkat menjadi guru kontrak oleh Pemerintah Tolikara Provinsi Papua melalui yayasan Petra dan ditempatkan di Sekolah Dasar SD Inpres Kuari Kabupaten Tolikara Provinsi Papua. Almarhum Yunuma Warumu setiap harinya mengajar bahasa inggris dan almarhum juga mengajar bidang pelajaran lainnya di SD itu.

  Menurut Pendeta Menase Wanimbo Almarhum Yunuma warumu lahir di pulau Nias pada tahun 1988 ini tutup usia muda di Tolikara Papua,selama bertugas di SD Inpres Kuari almarhum dikenal warga Tolikara setia melayani anak – anak sekolah minggu. Selain itu almarhum juga selalu ambil bagian berkhotbah di gereja. Pada perayaan Natal gabungan 22 Desember yang digelar dewan pemuda Wilayah Kuari almarhum yang berkhotbah. Almarhum juga pelatih panduan suara Pesparawi Tolikara yang tahun lalu ikut lomba Pesparawi di Kabupaten Fak Fak Provinsi Papua.

  Dikatakannya almarhum sempat pamit untuk pulang merayakan Natal bersama keluarga di kampungnya Pulau Nias. Namun entah kenapa almarhum balik dari Jayapura dan ingin merayakan Natal bersama keluarga di kampung Kuari. Almarhum sudah booking tiket 27 Desember. “Ternyata almarhum boking tiket itu untuk bawa  jenazahnya,” bebernya.

  Atas permintaan keluarga, Almarhum  dikuburkan di kampung pulau Nias. Jenazah korban diantar 3 orang masing – masing Pendeta Manase Wanimbo, seorang guru kontrak teman guru di kuari, dan salah satu dokter dari RSUD Karubaga. (Diskominfo Tolikara)*

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *