Ratusan Sajam Diamankan Jelang Perayaan Natal

Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen, S.Sos, MM bersama Wakapolres Jayawijaya AKP Leonardo Yoga bersama para Kasat saat menunjukkan sajam yang ditemukan dalam razia menjelang Natal, Selasa (24/12) lalu. (Denny/ Cepos)

WAMENA-Ratusan Senjata tajam (Sajam) berbagai jenis berhasil diamankan oleh jajaran Polres Jayawijaya sebelum memasuki libur Natal guna mengantisipasi hal –hal yang tak diinginkan terjadi dalam masyarakat di tiga tempat dalam Kota Wamena, seperti Pasar Sinakma, Wouma dan Pasar baru yang sering sekali terjadi aksi kriminal.

   Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen mengakui jika, razia saja yang dilakukan ini bersamaan dengan razia miras dan orang mabuk kebanyakan masyarakat yang mabuk ketika ditemukan pasti membawa alat tajam,   harus diamankan agar tidak disalahgunakan.

  “Sajam yang kita dapatkan ini bersamaan dengan miras, sehingga kita amankan di Polres Jayawijaya agar tidak salah digunakan, kami juga melarang masyarakat membawa alat tajam dalam Kota, kalau ingin ke kebun silahkan saja,”ungkapnya 24 Desember Kemarin.

  Menurutnya, banyaknya sajam yang ditemukan ini, terdiri dari panah tradisional , panah wayer, busur tradisional, busur panah wayer, parang, pisau baik yang berukuran kecil hingga yang panjang, tombak, dan kampak. Selain itu ada juga ketapel yang juga digunakan sebagai senjata dan sering dibawa oleh masyarakat kemapun ia pergi.

  “Kami melakukan razia untuk sajam ini agar menjaga situasi Kamtibmas di Jayawijaya ini tetap berjalan dengan baik, karena diketahui bersama jika akses penggunaan sajam ini dikala dipengaruhi miras pasti ada yang mengeluarkan sajam,”jelas Rumaropen.

  Rumaropen juga menjelaskan jika, mungkin saat ini masyarakat bisa membawa sajam ini  secara bebas, namun membawa sajam secara ilegal ini ada sanksi yang cukup berat karena bisa dikenakan undang –undang darurat karena membawa sajam.

   Banyaknya sajam yang didapatkan ini, Kata Rumaropen, ini membuktikan jika intensitas dari tugas kepolisian juga telah ditingkatkan. Selain sajam miras jenis CT juga masih terus dilakukan razia baik di rumah –rumah tempat pembuatan maupun di tempat penjualan, sehingga dalam merayakan natal itu masyarakat bisa melaksanakan ibadah dengan tenang.

  “Kami akan terus melakukan razia, karena disinyalir akan banyak pembuat minuman yang akan melakukan aktifitas pembuatan mirasnya untuk mengejar eforia malam tahun baru, ”katanya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *