Masalah Papua Tidak Bisa Diselesaikan dengan Pendekatan Jakarta

Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Adat Papua (DPP PAP),  mengelar konferensi pers di Abepura, Jumat (27/12) kemarin. (Yewen/Cepos)

JAYAPURA- Dewan Pimpinan Pusat Pemuda Adat Papua (DPP PAP), mengatakan bahwa penyelesaian masalah Papua tidak bisa menggunakan pendekatan dan keinginan pihak Jakarta, tetapi penyelesaian masalah Papua harus menggunakan pendekatan di Papua.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP PAP, Isak Wetipo, meminta kepada pihak netizen di Jakarta, khususnya Indonesia Police Watch (IPW),  untuk tidak seenak-enaknya memberikan statemen tentang Papua di Publik.

Menurut Isak, pihak Jakarta harus memberikan kepercayaan penuh kepada Gubernur Papua, Bupati, Kapolda Papua, dan Pangdam XVII/Cenderawasih, serta MRP, untuk dapat melakukan pendekatan secara persuasif dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang terjadi di Papua.

“Kepada netizen, agar jangan bicara di publik seenak-enaknya, tetapi hampir datang dan merasakan serta melihat persoalan yang ada di Papua. Kami pemuda adat kami bantah dan tidak boleh lakukan seperti itu,” Ujarnya kepada wartawan di Abepura, Jumat (27/12).

Senada dengan itu, anggota Pemuda Adat Papua (DAP), Michael Yarisetouw, menjelaskan bahwa untuk menyelesaikan masalah Papua harus menggunakan pendekatan antropologis atau persuasif. Karena ini masih relefan dari dulu sampai sekarang. Bukan sebaliknya pendekatan yang dilakukan berdasarkan pola pikir dari Jakarta.

“Misalnya masalah di Aceh tidak bisa menggunakan pola pikir Papua, tetapi harus menggunakan pola pikir Aceh. Begitu juga masalah di Papua harus menggunakan pola pikir Papua dan bukan pola pikir Jakarta,” jelasnya.

Michael sendiri menyanyangkan pemikiran dari Ketua Presidium IPW bahwa harus kirim Desus 88 ke Papua dalam menyelesaikan masalah di sini (Papua). Ini merupakan hal yang keliru, sebab IPW di Jakarta meneropong ke Papua. Ini sama seperti dirinya di bumi, tetapi meneropong ke bulan dan anggap sudah di bulan, padahal belum injak Papua.

Sementara itu, Ketua DPC Pemuda Adat Waropen, Kaleb Waisiri, menghimbau kepada para intelektual di yang selalu mengkritisi Papua dengan kaca mata Jakarta, agar dapat dihentikan. Karena persoalan Papua tidak bisa diselesaikan dengan pendekatan keamanan atau mileteristik.

Dia, berharap pada tahun 2020 mendatang, pemerintah pusat dapat menyelesaikan segala upaya pendekatan militer di tanah Papua. Karena selama mengunakan pendekatan keamanan, maka tidak akan dapat menyelesaikan masalah di Papua. “Solusinya adalah pemerintah pusat segera membuka dialog dengan rakyat Papua,” harapnya. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *