Sayembara Desain Ibukota diumumkan 23 Desember

Pemenang Bakal Tinjau Lokasi

JAKARTA, Jawa Pos – Proses pematangan desain ibukota baru masih dimatangkan. Kemarin (20/12), Presiden Joko Widodo melihat sejumlah desain hasil sayembara yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat di kantor Presiden, Jakarta.

Anggota dewan juri Ridwan Kamil mengatakan, proses penilaian sudah berjalan. Nantinya, lima desain terbaik akan diumumkan pada tanggal 23 Desember 2019. “Tanggal 31 diberi penghargaan,” ujarnya usai menghadiri presentasi sayembara.

Usai diputuskan hasilnya, para pemenang akan melakukan survei ke lokasi bersama dengan tim PUPR. Nantinya, kelima desain terbaik akan berkolaborasi untuk menyempurnakan desain terbaik. “Mem-fine tuning hal-hal yang sifatnya kurang lengkap,” tuturnya.

Pria yang juga menjabat Gubernur Jawa Barat itu menyebut hasil desain final akan digunakan pemerintah dalam membangun ibukota baru. Yang terpenting, unsur-unsur seperti keberfungsian, identitas, kontekstualitas dengan alam, hingga urban system terpenuhi.

Ketua Pelaksana Penyelenggara Sayembara Danis Hidayat Sumadilaga menambahkan, panitia juga akan membuka desain-desain hasil penyelenggara ke publik. Sehingga masyarakat bisa memantau proses dan perkembangan pembangunan ibukota.

“Melalui website kami punya website sayembaraIKN.pu.go.id, saat itu sudah mendekati proses akhir semua sistem secara digital akan kami upload di sistem tersebut,” kata dia.

Sementara itu, Presiden Jokowi kembali menegaskan bahwa pembangunan ibukota bukan semata-mata pemindahan lokasi atau pemindahan bangunan. Namun juga pindah sistem dan pindah budaya kerja. Sehingga desain pembangunan ibukota harus memiliki konsep yang sesuai visi tersebut.

“Kita tahu bahwa ini bukan hanya smart city, compact city yang nyaman, yang Humanis yang zero emission, tetapi juga kita ingin membangun kluster,” ujarnya di Kantor Presiden.

Selain kluster pemerintahan, nanti ada cluster pendidikan, ada klaster kesehatan, ada klaster riset dan inovasi dan ada cluster financial center. “Sehingga dari sinilah kita ingin ada sebuah transformasi ekonomi dari ekonomi yang kita miliki sekarang ini masuk kepada Smart ekonomi,” imbuhnya. (far/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *