FKUB Sepakat Polres Jayawijaya Terapkan UU Pangan

Pertemuan Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen S.Sos. MM dan FKUB di Wamena, Jumat (20/120  kemarin. (Denny/ Cepos)

Bagi Pembuat dan Penjual Milo

WAMENA-Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Jayawijaya Pdt Esmod Walilo menyatakan dari pertemuan yang membahas soal pengamanan natal, karena situasi yang tidak kondusif itu sewaktu–waktu bisa muncul, sehingga FKUB  sepakat untuk mengamankan orang –orang yang sering mabuk miras dan Narkoba, Togel itu perlu diamankan.

   “FKUB menilai hal–hal ini akan membawa dampak yang lebih besar pada kematian, sehingga kami minta Kapolres untuk mengambil langkah mengumpulkan semua unsur termasuk pemuda gereja, remaja masjid ini dikumpulkan untuk bagaimana bisa bicara masalah miras dan Narkoba  sehingga tahun 2020 Wamena ini benar –benar tertib dari itu.”ungkapnya Jumat (20/12) kemarin.

   Karena itu, FKUB sangat memberikan dukungan kepada Polres Jayawijaya dalam penggunaan undang –undang pangan. “Kalau tipiring dan Perda itu bisa kembali ke dunia yang sama kalau undang –undang pangan itu sampai 5 tahun sehingga ada efek jera dengan hukuman yang agak berat,”katanya

  Di tempat yang sama Kapolres Jayawijaya AKBP Dominggus Rumaropen menyatakan dalam melaksanakan tugas-tugas Harkamtibmas di Jayawijaya, tentu pihaknya membutuhkan kekuatan lain. Artinya mulai dari FKUB dan tentu juga yang hadir hari ini dari HAM, juga dari GMKI.

  “Kita bincang-bincang tentang kamtibmas menjelang tanggal 24, 25, 26 dan tentu tanggal 31 dan tanggal 1 pada saat pelaksanaan ibadah yang akan dilakukan oleh umat nasrani. Oleh karena itu saya mengajak semua melalui kapasitas bapak-bapak ini, pengaruh-pengaruh mereka bisa diturunkan kepada umat yang lain agar kita secara bersama-sama bisa menjaga kamtibmas yang lebih baik.”ungkapnya

   Mantan Kapolres Mamberamo Raya juga mengharapkan kepada tokoh agama, lewat mimbar masing-masing, baik mimbar gereja, mimbar pura, mimbar mesjid, terus mengimbau kepada umat kita untuk kita meniadakan hal-hal yang  kemungkinan dapat membuat Kota Wamena tidak aman.

  “Kita usahakan terus, di akhir tahun kami razia minuman terus sampai masuk tahun baru. Miras ini menjadi ancaman daerah ini. Orang mabuk, kecelakaan lalu lintas, bisa mengundang kerusuhan. orang mabuk dan terjadi penganiayaan, pengeroyokan, juga menimbulkan kerusuhan.” beber Rumaropen. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *