Piter Gusbager: Tidak Ada Perluasan Kelapa Sawit

SEMINAR HASIL- Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, saat memimpin seminar hasil mengenai kajian pemetaan kelapa sawit yang dilakukan bekerjasama dengan Fakultas Kehutanan UNIPA yang berlangsung di Aula Kantor Bappeda Kabupaten Keerom, Senin (16/12).Yewen/Cepos

SENTANI- Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Keerom bekerjasama dengan Fakultas Kehutanan Universitas Negeri Papua (UNIPA), melakukan seminar hasil kajian dan pemetaan lahan kelapa sawit yang ada di Kabupaten Keerom Provinsi Papua. Kegiatan ini dibuka dan diikuti serta dipimpin langsung oleh Wakil Bupati Kabupaten Keerom, Piter Gusbager. Kegiatan seminar hasil ini berlangsung di Kantor Bappeda Kabupaten Keerom, Senin (16/12).

  Wakil Bupati Keerom, Piter Gusbager, mengatakan bahwa pihaknya mendorong dan mendukung kegiatan ini. Sebab masalah kelapa sawit Arso selama ini sudah mati suri atau stagnan sejak tahun 2013. Perlu diketahui bahwa, sebelum kelapa sawit di Arso mati suri, ternyata perekonomian di daerah ini cukup hidup dan mengembirakan.

   Namun ketika kelapa sawit mengalami mati suri, ternyata berdampak kepada semua sektor, baik sektor ekonomi, sektor kesehatan, sektor pendidikan, dan lain sebagainya. Oleh karena itu, bagaimana membangkitkan kembali atau merevitalisasi kembali kebun sawit Arso menjadi hal yang urgen dan mendesak.

  “Karena 60 persen masyarakat Keerom adalah petani. Kelapa sawit yang ada saat ini mencapai 17 ribu hektar di Kabupaten Keerom. Ini luasan paling besar dari semua sektor perkebunan dan pertanian yang ada di Kabupaten Keerom,” ungkapnya kepada cenderawasih pos di Arso Kabupaten Keerom, Senin (16/12).

  Piter, mengatakan sebelum ada Kabupaten Keerom, kelapa sawit telah memberikan kehidupan yang mengembirakan bagi masyarakat Keerom. Oleh karena itu, selaku Wakil Bupati Keerom dan juga orang yang memahami masalah sawit dari awal sampai hari ini.

  “Tidak ada pilihan lain, tetapi bersama petani dan masyarakat adat, serta perusahaan kelapa sawit akan bekerjasama, untuk memastikan bahwa proses penyelesaian semua persoalan kelapa sawit dan peremajaan bisa kita jalankan kembali,” ujarnya.

  Piter, mengingatkan kepada masyarakat, bahwa ini bukan ekstensifikasi atau perluasan areal baru, tetapi meremajakan kembali di atas lahan perizinan kelapa sawit yang sudah ada di Kabupaten Keerom selama ini. (bet/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *