BTM: Jangan Kejar Target dan Abaikan Keselamatan

Wali Kota Jayapura, DR Benhur Tomi Mano MM ketika melaunching aplikasi CCTV, sekaligus operasional bus Rapid Transit dan operasional kapal wisata Yotefa di Terminal Mesran Jayapura, Rabu (18/12) kemarin. (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Wali Kota Jayapura, DR Benhur Tomi Mano MM meminta dengan tegas untuk penyedia  jasa transportasi baik darat maupun laut untuk tidak mengenyampingkan aspek keselamatan. Jika kapasitas muatan sudah full, jangan karena mengejar target akhirnya mengabaikan keselamatan penumpang. Apalagi jika moda transportasi tersebut dikelola oleh BUMN atau BUMD. Ia meminta dinas perhubungan memastikan ini dan selalu memantau.

Tomi Mano juga meminta dinas terkait harus berani melakukan sweeping untuk memastikan hal di atas. “Harus berani dan jangan menunggu. Lakukan terobosan dengan menyiapkan program yang tidak itu-itu saja. Misalkan bicara peremajaan kendaraan, saya melihat ini masih jarang dilakukan. Harusnya jika  kendaraan tersebut sudah 5 atau 10 tahun dan sudah tidak layak ya harusnya disweping,” kata Tomi Mano dalam acara launching aplikasi CCTV, sekaligus operasional bus Rapid Transit dan operasional kapal wisata Yotefa di Terminal Mesran Jayapura, Rabu (18/12).

Ini juga dibarengi dengan penyerahan dua unit transportasi air antar kampung kepada Badan Usaha  Milik Kampung “Vate” yang disaksikan beberapa tokoh masyarakat Port Numbay. Tomi Mano menyinggung soal banyaknya mobil jenis Starwagon yang knalpotnya mengeluarkan asap hitam pekat. Seharusnya seperti ini sudah harus diperiksa kelayakannya. Jangan dipaksakan akhirnya jatuh korban. Ia juga meminta lima unit bus umum ini bisa memberikan pelayanan yang maksimal. Menjangkau ke titik-titik yang selama ini minim dilewati  taxi umum.

“Lalu sopir  jangan mabuk, jika ditemukan langsung kami hentikan,” tegas Tomi Mano. Selain itu, ia juga melaunching kapal wisata Youtefa. Kapal ini cukup nyaman dan bisa digunakan berkeliling Teluk Humbold. “Silahkan gunakan kapalnya untuk melihat Jayapura dari arah laut, bisa juga dipakai untuk akhir pekan bersama keluarga dimana biayanya cukup terjangkau,” kata Tomi Mano. Ia juga meminta pemandu wisata di kapal harus memahami tentang Kota Jayapura sehingga ketika ditanya oleh pengguna jasa ia bisa menjawab. “Harus tahu sejarah kota, jumlah penduduk, luas wilayah dan apa saja destinasi wisata lainnya,” pintanya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *