Putusan Kasasi Jackob Diperberat Jadi 7 Tahun Penjara

Terdakwa Jackob Fabian Szkripsi saat mengikuti sidang di Pengadian Negeri Wamena beberapa waktu lalu. (Denny/Cepos

WAMENA–Kajari Jayawijaya melalui Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Richarda Arsenius mengungkapkan bahwa dari salinan putusan kasasi terdakwa Jackob Fabian Szkripsi, dimana dalam putusan tersebut Mahkamah Agung (MA) memutuskan untuk  menambah 2 tahun hukuman yang didapatkan dalam putusan yang dikeluarkan Pengadilan Negeri Wamena.

  “Putusan yang dikeluarkan MA terdadap terdakwa Jackob Fabian Szkripsi itu 7 tahun kurungan penjara,  sedangkan dari putusan Pengadilan Negeri Wamena yang memvonis terdakwa 5 tahun penjara karena telah terbukti melakukan perbuatan makar,”ungkap Richarda Kepada Cenderawasih Pos via selulernya Selasa (17/12) kemarin.

  Setelah ada putusan dari MA tersebut, kata Arsen, maka status dari WNA asal Polandia itu menjadi Narapidana, dan untuk eksekusinya akan dilakukan pada hari ini untuk memindahkannya dari tahanan titipan di Polres Jayawijaya ke Lapas Wamena untuk menjalankan hukuman yang diterimanya selama ini,

  “Kita akan tetap mengeksekusi yang bersangkutan ke Lapas Wamena, kalau   ada yang meminta pemindahan entah dari penasehat hukum atau konsulat bahkan pihak keluarga,  itu kewenangan Lapas Wamena atau Kanwil Kemenkumham, prinsipnya kita tetap eksekusi ke Lapas Wamena,”tegasnya.

   Secara terpisah Kasatreskrim Polres Jayawijaya AKP. Suheriadi mengaku Jackob masih dititipkan rutan Polres Jayawijaya, dan pihaknya telah melakukan koordinasi dengan pihak kejaksaan mengingat vonis kasasinya naik, sehingga dalam waktu dekat ini rencana Jackob akan dipindahkan ke Lapas Wamena.

  “Setelah ada putusan kasasi maka kewenangan dari Kejaksaan untuk melakukan eksekusi memindahkan yang bersangkutan ke Lapas Wamena ,”bebernya.

   Selama dititipkan di Polres Jayawijaya, lanjut Suheriadi,   tiap hari Jackob dilakukan pemeriksaan kesehatan karena di Polres ada klinik sehingga bisa dijamin kesehatannya.”Kalau makanan berasal dari lembaga (Lapas),  karena kita tak ada anggaran untuk memberi makan kepada yang bersangkutan.”ungkapnya.  (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *