Dokumen Pembentukan DOB Tabi- Saireri Diserahkan ke Komisi II DPR RI

Ketua tim pembentukan  DOB Tabi Saireri yang juga Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si saat menyerahkan dokumen  DOB Tabi- Saireri  kepada Komisi II DPRRI di Jakarta, Senin (16/12).

SENTANI- Tim pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Tabi-Saireri yang diketuai oleh Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si, Senin (16/12), memenuhi undangan dari Komisi II DPR RI terkait rapat dengar pendapat usulan pembentukan DOB Tabi-Saireri. Dalam kesempatan itu, Ketua Tim Pembentukan DOB Tabi-Saireri menyerahkan dokumen pembentukan DOB Tabi Saireri ke Komisi II DPR RI di Jakarta.

Ketua Tim Pembentukan Tabi-Saireri, Mathius Awoitauw dalam kesempatan itu memaparkan mengenai kesiapan DOB Tabi-Saireri yang sudah sangat siap untuk dimekarkan.

Dikatakan, adapun hal-hal yang mendukung  usulan daerah otonomi baru Tabi-Saireri itu seperti, adanya hubungan pendekatan sosiologi, antropologi dan ekologi. Menurutnya, itu menjadi dasar kuat untuk mengusulkan pembentukan DOB Tabi- Saireri. Karena itu juga didukung dan berdasarkan pembangunan Papua lima wilayah adat.

“Itu sudah berlangsung selama kurang lebih enam tahun, gubernur bekerja berdasarkan kebijakan itu dan Bappenas melihat pembangunan di Papua dalam lima wilayah adat” kata Mathius Awoitauw kepada koran ini melalui sambungan teleponya, Selasa (17/12).

Menurutnya,  hal itu sejalan dengan otonomi khusus Provinsi Papua. Sehingga dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR RI itu, pihaknya mengatakan, ada kemungkinan besar Tabi-Saireri bisa menjadi satu DOB. Karena dua wilayah adat itu  memiliki keterkaitan yang sangat dekat. Terutama dari sisi ekologi, antropologi dan sosiologi. Terkait dengan itu, kata dia, untuk Tabi-Saireri  ini kajian akademiknya sudah jelas dan tinggal melengkapi data-data yang masih dianggap kurang.

Lanjut dia, usulan pemekaran DOB khusus Tabi-Saireri  ini merupakan momentum bertepatan dengan evaluasi otonomi khusus yang sedang dilakukan saat ini.

“Kita punya alasan kuat untuk percepatan pembangunan di Papua. Papua sekarang masih berada di urutan terakhir. Karena itu, solusi ini  harus menjadi alasan untuk pembangunan Papua,”tegasnya.

Menurutnya, apabila Tabi-Saireri dikembangkan maka akan memiliki potensi yang luar biasa  dari sektor kelautan, distribusi bisnis logistik, kehutanan dan perkebunan.

Sehubungan dengan itu, kata dia,  Komisi II DPR RI sudah menerima dokumen usulan DOB Tabi- Saireri. (roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *