Penambahan Pasukan Hanya Bikin Suasana Natal Jadi Tegang

John Gobay

JAYAPURA – Sekretaris II Dewan Adat Papua, John Gobai mengatakan bahwa ia mendapat informasi dari berbagai daerah terkait droping pasukan TNI dan Brimob ke tiga kabupaten pada Jumat (13/12) lalu. Jumlah personil yang ditempatkan ke sejumlah titik ini juga tidak sedikit. Jhon khawatir jika upaya pengamanan ini justru menimbulkan trauma dan mengganggu kenyamana bagi umat nasrani yang akan melakukan perayaan natal.

Kata dia,  cukup tragedi Paniai Berdarah pada 8 Desember yang hingga kini belum diungkap ke publik menjadi cerita kelam di bulan desember. Jangan lagi dengan penambahan pasukan justru membangkitkan kembali rasa trauma masyarakat di daerah. “Saya mendapat informasi jika hari Jumat 13 Desember sekitar pukul 08. 30 WIT ada 4 helikopter TNI-AU dimana satu diantaranya adalah Heli Puma  mendarat di Bandara Enarotali. Pesawat ini mendorop  prajurit TNI bersenjata lengkap,” kata John, Senin (16/12).

Lalu dari melalui jalur darat dari Nabire ada  hampir 10 truk aparat didrop menuju ke daerah pedalaman Dogiyai, Paniai, Deiyai dan Sugapa, Intan Jaya.  “Malam ini saya dapat informasi bahwa Intan Jaya pada hari Sabtu dan Minggu terjadi pendropan anggota TNI dan Brimob dengan menggunakan helikopter. Ada juga di Beoga Kabupaten Puncak,” tambahnya. Sebagai pimpinan Dewan Adat Papua saya ingin menanyakan dalam rangka apa pendropan  TNI dan Brimob menjelang natal? Mengingat orang Papua dan umat kristen saat ini sedang dalam masa advent atau masa penantian natal.

“Saya khawatir kehadiran aparat ini mengganggu kedamaian natal tahun 2019 di daerah Meepago dan saya harap pimpinan DPR Papua bisa mengambil langkah cepat untuk mengklarifikasi kehadiran aparat di tiga kabupaten ini. Jangan biarkan kondisi ini berlangsung lama karena hanya akan membuat masyarakat trauma, mengungsi bahkan akhirnya sama seperti Kabupaten Nduga,” imbuhnya. “Kami juga meminta Komnas HAM RI agar dapat memantau situasi ini dan mendukung permintaan kami,” pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *