Pengelolaan Pasar Pharaa Jauh dari Desain Awal

Bupati  Jayapura, Mathius Awoitauw,SE, M.Si saat melakukan Sidak di Pasar Pharaa Sentani, Sabtu, (14/12).  Pengelolaan Pasar Pharaa jauh dari desain awal. (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Belakangan ini, pengelolaan Pasar Pharaa Sentani sangat dikeluhkan oleh masyarakat dan para pedagang. Menyikapi keluhan itu, Bupati Jayapura Mathius Awoitauw,SE, M.Si   melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) di pasar tradisonal tersebut, Sabtu (14/12).

Ditemui wartawan setelah melakukan Sidak, orang nomor satu di Kabupaten Jayapura itu mengatakan, saat ini pengelolaan pasar Pharaa Sentani sangat memprihatinkan dan sangat jauh dari apa yang didesain saat awal mula pasar itu didirikan.

“Pasar ini sangat jauh dari desain awal,” kata Bupati Matius saat ditemui wartawan di Sentani, Sabtu (14/12).

Bupati berharap agar pengelolaan pasar itu dilakukan dengan sebaik-baiknya oleh instansi terkait. Bahkan jika perlu pasar itu dikelola menjadi tempat rekreasi warga di sekitar Kota Sentani. Misalnya ketika orang datang belanja di pasar, ada kesan nyaman dan ingin berlama-lama di pasar itu.

“Warga kota bisa datang ke situ menikmati fasilitas yang sudah disiapkan pemerintah, bisa minum kopi, bisa duduk dengan keluarga di situ,” katanya.

Sebagai fasilitas umum yang dibangun oleh pemerintah, dia berharap kepada instansi terkait agar menghadirkan fasilitas penunjang yang bisa digunakan para pedagang atau penjual dalam menjalankan aktivitasnya di pasar tersebut.

Misalnya diperlukan fasilitas permainan bagi anak-anak sehingga ketika orang tuanya beraktivitas di pasar, anak-anak bisa bermain dengan tenang dan nyaman.

Lanjut dia, terkait dengan pengaturan mengenai penataan terhadap para penjual atau pedagang, seharusnya itu sudah diatur sesuai jenis jualan mereka. Misalnya khusus untuk makanan, baik itu sagu maupun ubi dan makanan lainnya harus disiapkan khusus. Namun kenyataannya, pengaturan dan pengelolaan pasar itu masih semrawut. Ini Tentunya menjadi tugas berat dan juga totalitas dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayapura untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang ada di pasar tersebut.

Lebih lanjut dia mengatakan dari awal berdirinya pasar itu, pemerintah sudah mensosialisasikan terkait tata kelola pasar itu. “Tapi dalam perjalanannya sudah mulai berubah lagi,”bebernya.

Disinggung wartawan terkait dengan keberadaan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayapura yang kurang profesional dalam menjalankan tugasnya, terkait tata kelola pasar itu, mantan Ketua KPU Kabupaten Jayapura itu enggan berkomentar terlalu jauh. Tetapi secara umum, dia hanya meminta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Jayapura untuk sepenuhnya bertanggung jawab terhadap penataan dan pengelolaan pasar itu agar sesuai dengan harapan masyarakat dan Pemkab Jayapura.

“Dinas harus segera tertibkan. Tadi juga saya sudah sempat berdiskusi dengan para pedagang, pada dasarnya mereka setuju untuk ditertibkan,”tambahnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *