Arung Jeram Diharap Beri Dampak Positif

Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si bersama sejumlah pimpinan OPD saat menjajal Wahana Arung Jeram di Kali Jaifuri, Kampung Yokiwa, Sabtu (14/12). (Robert Mboik Cepos)

Bagi Perekonomian Masyarakat Setempat

SENTANI-Bupati Jayapura, Mathius Awoitauw, SE, M.Si  akhirnya meresmikan Wahana Arung Jeram di Kali Jaifuri, Kampung Yokiwa, Sabtu (14/12). Hadirnya Wahana Arung Jeram itu diharapkan memberikan dampak postif terhadap masyarakat lokal, terutama terkait pertumbuhan ekonomi di daerah itu.

Ditemui wartawan usai meresmikan wahana itu, Bupati Mathius mengatakan, pembangunan  saat ini dimulai dari kampung dan itu sesuai cita cita Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura. Dimana, pembangunan dari kampung itu berbasis pada keunggulan di masing masing daerah atau kampung yang ada di Kabupaten Jayapura.

Dikatakan, Kabupaten Jayapura sendiri memiliki beragam potensi dan sumber daya alam. Mulai dari sektor perairan, laut, danau juga daratan yang subur untuk pertanian, termasuk kawasan hutan yang masih menyimpan kekayaan alam yang melimpah.

“Pertama kita sudah canangkan pembangunan di Kabupaten Jayapura itu dimulai dari kampung, semua rencana itu distrik akan menjadi tempat untuk menggerakan potensi yang ada di kampung-kampung,” katanya.

Menurut mantan ketua KPU Kabupaten Jayapura itu, sumber daya yang dimaksud seperti pariwisata, perikanan dan kelautan, pertanian dan perkebunan. Pemkab juga sudah memetahkan semua potensi alam itu. Misalnya, di Lembah Grime, Pemkab sudah mendorong perkebunan kakao, kemudian di wilayah pesisir mendorong sektor perikanan dan pariwisata bahari. “Beberapa waktu lalu kita resmikan sekolah selam,” ungkapnya.

Kemudian, di sektor perikanan, Pemkab sudah meluncurkan (launching) komunitas  nelayan berbasis lingkungan. Pemkab Jayapura menginginkan supaya semua potensi alam yang ada ini bisa dikelola untuk peningkatan taraf hidup masyarakat.

Disisi lain, ada keterlibatan masyarakat kampung untuk melengkapi  hal-hal lain yang dibutuhkan, seperti kuliner khas daerah setempat, oleh oleh khas atau souvenir. Ini akan menjadi satu paket yang bisa dikembangkan untuk membangkitkan kekuatan ekonomi masyarakat.

“Kita melihat fenomena baru, kegiatan seperti ini maupun yang di pesisir, itu lebih banyak digerakkan oleh masyarakat sendiri dan pihak swasta. Ada pihak bank dan perhotelan. Ketika ada kolaborasi seperti ini sangat meringankan dan mempercepat pembangunan pariwisata dengan potensi yang kita miliki,”tambahnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *