Pit Hitam Bisa Membuat Anak Trauma

Kelompok Zwaterpiet atau Pit Hitam ketika melintas di Abepura beesama rombongan Santa Clause belum lama ini. (Foto: Dok/cepos)

Psikolog: Penyelenggara Gagal Paham, Menakuti-Nakuti  Bisa Menggangu Mental dan Phisikologi Anak

JAYAPURA – Moment jelang perayaan natal sering diwarnai dengan ‘road show’ Santa Claus ke rumah- rumah membawa hadiah kepada anak. Rombongan Santa selalu  bersama Zwaterpiet atau pit hitam. Hanya saja kedatangan Santa dkk ini selain memberi suka cita tetapi juga terkadang meninggalkan ketakutan khususnya bagi anak-anak. Pasalnya dalam aksinya tak jarang pit hitam justru menakut-nakuti anak-anak hingga menangis, takut, lari bersembunyi hingga trauma.

Hal semacam ini menurut salah satu dosen psikolog Fakultas Kesehatan Uncen, Yosefina M Watofa, M Psi berbahaya sebab anak-anak akan trauma. “Saya pribadi sebenarnya tidak setuju dengan yang disebut Pit Hitam dalam kegiatan Santa Claus itu, karena ada yang salah menerjemahkan fungsi Pit Hitam itu sendiri. Banyak yang salah menerjemahkan,” beber Yosefina.

Satu tujuan hehadiran Pit Hitam  adalah memberi efek jera tetapi malah menimbulkan ketakutan. “Ini bisa ditanyakan ke pihak yang menggelar acaranya apa alasan atau referensi menghadirkan Pit Hitam. Saya yakin banyak yang gagal paham soal ini. Asal ikut ramai saja,” sindirnya.

Selain itu tidak ada yang paham sejarah Pit Hitam ini diikutkan dalam road show Santa. Apakah ada dalam ajaran agama atau hanya ikut-ikutan. “Kalau hanya ikut ramai sebaiknya jangan dilakukan sebab budaya ini juga tidak diketahui darimana, selain itu dengan aksi ini justru merugikan anak-anak dan bisa mempengaruhi mental atau psikologinya. Orang tua jangan asal mendidik, tujuannya mungkin agar anak itu tidak nakal tapi justru orang tua juga menghadirkan trauma yang akan terus diingat,” cecarnya. (Ade/luc)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *