JPU: Terdakwa Terbukti Serang Aparat

Dari Sidang Perdana, Lima Terdakwa Penyerangan di Expo

JAYAPURA- 11 terdakwa bentrok antara mahasiswa eksodus dan  aparat keamanan gabungan pada tanggal 23 September 2019 yang lalu kembali di sidangkan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, Kamis (12/12) kemarin.

Dari 11 terdakwa ini dibagi menjadi empat (4) nomor perkara yang disidangkan, pertama pada hari Selasa (10/12) menghadirkan 2 terdakwa, kedua pada hari Rabu (11/12) menghadirkan 4 terdakwa, dan hari Kamis (12/12) hari ini (kemarin-red) menghadirkan 5 terdakwa dengan pembacaan dakwaan.

Sidang 11 terdakwa ini dipimpin langsung oleh Majelis Hakim Ketua, Alexander Jacob Tetelepta, SH dan didampingi oleh hakim anggota I, Roberto Naibaho S.H, dan Hakim Anggota II, Paulus Raiwaki.

Dalam pembacaan dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU), Pieter Dawir, SH, MH, menjelaskan bahwa kelima terdakwa telah terbukti telah melakukan tindak pidana dengan melakukan penyerangan menggunakan alat tajam berupa batu dan botol terhadap (aparat keamanan yang melaksanakan tugas melakukan pengamanan di Expo Perumnas 1 Waena pada tanggal 23 September 2019 yang lalu.

“Para terdakawa secara sah telah melakukan tindak pidana kekerasan dengan melakukan kekerasan dengan melempar  batu dan botol, sehingga mengakibatkan para pejabat yang bertugas mengalami luka-luka di bagian tubuh,” jelasnya.

Berdasarkan perbuatan yang dilakukan, maka para terdakwa dikenakan Pasal 170 Ayat (1) KUHP dan Pasal 218 Ayat 1 Jo Pasal 55 Ayat 1 KUHP.

Menanggapi hal ini, Penasehat Hukum (PH) yang merupakan Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua, Ganius Wenda, SH, mengungkapkan bahwa 5 orang terdakwa ini disidangkan untuk mendengar dakwaan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Ini sidang perdana, dimana 5 terdakwa disidangkan untuk mendengarkan dakwaan dari JPU,” ungkapnya kepada wartawan di Pengadilan Negeri Kelas 1A Jayapura, Kamis (12)12).  “Untuk hari ini (kemarin-red) ada 5 terdakwa, yaitu Berdira Tabuni, Alpon Meku, Pailes Yigibalon, Biko Tabuni, dan Tebak Waker,” jelasnya.

Sementara itu, di tempat yang sama Penasehat Hukum dari Koalisasi Hukum dan HAM Papua, Wehelmina Morin, SH, mengatakan bahwa pihaknya akan melakukan eksepsi atau bantahan terhadap dakwaan yang disampaikan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Wehelmina, menyatakan pihaknya minggu depan akan menyiapkan eksepsi dan bantahan terhadap dakwaan yang disampaikan oleh JPU. (bet/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *