Uncen Larang Demo Jika Memalang Kampus

Dr. Ir. Apolo Safanpo, ST., MT

JAYAPURA – Rektor Universitas Cenderawasih, DR Ir Apolo Safanpo ST MT memberi jawaban konkrit dan tegas terkait banyaknya informasi yang beredar di publik yang mengatakan pimpinan Uncen melarang mahasiswa melakukan aksi demonstrasi pada Selasa, (10/12) dalam rangka memperingati hari HAM sedunia.

Sebelumnya Rektor Apolo Safanpo menolak aksi demo yang dilakukan dengan memalang kampus. Namun keputusan tersebut justru dipelintir dengan mengatakan dirinya melarang aksi demo untuk peringati hari HAM. Kata Apolo unjuk rasa atau demontrasi bisa dilakukan sebagai bentuk penyampaian aspirasi secara langsung di ruang publik secara tertib dan tidak mengganggu ketertiban umum. Penyampaian pendapat dalam bentuk unjuk rasa atau demonstrasi adalah bagian dari demokrasi dan dijamin oleh Undang-undang.

“Saya sempat mendengar banyak informasi bahwa saya atau Uncen melarang demo memperingati HAM. Itu salah. Yang kami larang adalah melakukan aksi pemalangan kampus karena para pendemo ini ngotot akan memalang dan itu kami tolak,” jelas Rektor kepada Cenderawasih Pos dalam rilis yang dikirim, Rabu (11/12). Ia meneruskan bahwa aksi pemalangan kampus dan menghentikan seluruh aktifitas perkuliahan serta menghalangi masyarakat yang membutuhkan pelayanan di Universitas Cenderawasih adalah bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Jadi jangan memperingati hari HAM dengan cara melanggar HAM orang lain, catat itu,” tegas Apolo.

Ia menceritakan bahwa sebelumnya pengurus BEM datang ketemu pihak rektorat dan telah menyampaikan akan menggelar aksi demonstrasi memperingati hari Hak Asasi Manusia (HAM) se-dunia pada hari Selasa, 10 Desember 2019. Lalu pihak rektorat mempersilakan melakukan demo  namun tapi tidak boleh melakukan aksi pemalangan kampus. Hanya saja del–del ini ditolak dan BEM tetap ngotot  ingin  memalang kampus dan menghentikan seluruh aktifitas perkuliahan.

Pihak rektorat sempat menyampaikan sampaikan bahwa saat ini sedang berlangsung ujian-ujian akhir semester, baik ujian teori dan ujian praktek di semua fakultas di lingkungan Uncen. Selain itu, saat ini juga sedang dilakukan penginputan data administrasi akademik seluruh mahasiswa ke Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) secara online, yang waktu upload-nya dibatasi oleh sistem forlap dikti di Pusat data dan informasi (Pusdatin) Kementerian.

“Karenanya jika mahasiswa ingin melakukan demonstrasi dengan memalang kampus, maka hal tersebut akan sangat merugikan mahasiswa, dosen, pegawai, dan masyarakat umum,” sambung Apolo.  Apolo sedikit heran sebab di tempat lain, ada mahasiswa juga melakukan unjuk rasa atau demonstrasi dalam memperingati hari HAM se-dunia, akan tetapi tidak pernah melakukan aksi pemalangan kampus.

“Kami belum pernah melihat mahasiswa di berbagai tempat di seluruh dunia yang melakukan unjuk rasa atau demonstrasi dengan cara memalang kampus. Unjuk rasa atau demonstrasi boleh dilakukan, tapi kalau melakukan aksi pemalangan kampus adalah bentuk pelanggaran HAM. Silahkan melakukan aksi tapi tetap berdasarkan kaidah-kaidah keilmuan. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *