Perjalanan Sekwan dan BMD ke Korea Disorot

BOY MARKUS DAWIR (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Keberangkatan Sekwan DPRP, DR Yulia Waromi  dan salah satu anggota DPR Papua, Boy Dawir ke Korea mendapat sorotan. Pimpinan DPRP sementara, Jhony Banua Rouw mengaku tak tahu banyak soal agenda keduanya di Korea. Padahal menurutnya disaat sekarang ketika DPRP tengah menunggu sejumlah proses seharusnya seluruh anggota dan perangkat bisa standby di Jayapura.

“Kalau ditanya ya saya juga tak tahu persis apa acaranya disana yang jelas saya juga tak diberi tahu jika dari DPRP akan  ada yang berangkat. Kemarin bu Sekwan hanya sampaikan ada kegiatan di Lampung tapi sekarang di Korea,” kata ketua sementara DPRP, Jhony Banua Rouw di ruang kerjanya, Kamis (12/12). Jhony juga mengaku kaget karena ada berita online yang menunjukkan foto kegiatan disana bersama salah satu anggota DPR RI, Yan Mandenas.

“Saya sebagai pimpinan sementara tak pernah menugaskan bu sekwan dan pak Boy berangkat ke Korea. Ini juga karena tak ada agenda DPRP ke Korea. Kami juga sempat ada pertanyaan tapi Surat Perintah Tugas (SPT) saja tak boleh dikeluarkan  pimpinan sementara  sehingga kalau ditanya tentang mereka ya saya tidak tahu,” jelasnya. Namun agar tidak melebar, Jhon mengatakan akan meminta penjelasan dari keduanya. Namun yang jelas kata Jhony meski disebut pergi dengan agenda pribadi namun yang ditemui di Korea adalah pejabat dan mau tidak mau hal tersebut tetap membawa nama lembaga.

Jhony menambahkan bahwa seharusnya agenda tersebut disampaikan kepada pimpinan sementara karena semua ada mekanismenya. “Bagaimanapun jika mau jalan harus ijin pimpinan. Lalu kalau Sekwan memang atasan langsung di eksekutif tapi penempatannya di DPRP membantu kami memfasilitasi kami menunjang kegiatan kedewanan. Saya pikir ini masalah komunikasi,” bebernya. Sementara terkait ini Boy Dawir singkat menyampaikan bahwa perjalanannya ke Korea atas undangan anggota Komisi I DPR RI, Yan Mandenas dan jika ingin tahu lebih pimpinan DPRP bisa berkomunikasi langsung.

“Kalau perjalanan dinas pasti kami beritahukan sebab mekanismenya  memang seperti itu, tapi ini perjalanan sendiri dan menggunakan uang sendiri jadi masak hal pribadi harus saya laporkan juga,” cecar Boy. Boy menambahkan sejatinya pimpinan sudah memahami soal agenda semacam ini karena bukan anggota baru dan Boy mengulang penegasannya bahwa  agenda tersebut tidak menggunakan uang negara. “Jadi pikiran saya jangan terlalu sibuk mengurus. Tahapan di DPRP sementara adalah konsultasi Tatib dan itu saya ikuti dan belum ada agenda dewan yang krusial jadi saya pikir tak salah. Toh hanya dua hari,” jelasnya.

Sekwan, DR Yulia Waromi juga mengatakan hal serupa. “Saya kebetulan di Lampung dan mendapat undangan dari investor sehingga semua biaya keberangkatan ditanggung mereka dan sekarang sudah di Jakarta. Saya pikir tak ada salahnya dari perjalanan kami,” bebernya. “Kalaupun ada anggaran yang keluar  itu dana pribadi  dan bukan atas nama lembaga, saya pikir ini tak perlu dipersoalkan,” pungkasnya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *