Penanggulangan Bencana Tanggung Jawab Semua Pihak

Simulasi evakuasi korban bencana yang dilalukan oleh tim gabungan dalam kegiatan latihan penanggulangan bencana di Kabupaten Jayapura, Kamis (12/12). (Robert Mboik Cepos)

SENTANI-Korem 172/PWY menyelenggarakan program latihan penanggulangan bencana dengan lintas sektor. Kegiatan itu digelar di Lapangan Upacara Gunung Merah Sentani, Kabupaten Jayapura, Kamis, (12/12).

Danrem 172/PWY, Kolonel Inf . J. Binsar Parluhutan Sianipar mengatakan, kegiatan itu bertujuan untuk melatih prajurit bagaimana mereka bisa terlibat dalam menanggulangi bencana.

“Misalnya ketika terjadi bencana, kita bisa melakukan itu dengan prosedur yang benar,”katanya kepada wartawan di sela-sela kegiatan itu, Kamis (12/12).

Lanjut dia,  dari latihan itu juga untuk mensinkronisasikan pemahaman tentang tugas penanggulangan bencana  di wilayah bersama   Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Basarnas, Orari, pemerintah daerah dan tokoh masyarakat yang memiliki kompetensi atau yang berkaitan dengan tugas  penanggulangan bencana.

“Ini juga menjadi salah satu format bagi kami untuk mensinergikan semua unsur yang ada di wilayah,” katanya.

Dia menjelaskan, dari kegiatan ini juga diharapkan agar masing-masing stakeholder bisa memainkan perannya masing-masing dalam menanggulangi bencana, terutama pada waktu awal, pasca terjadinya bencana itu.

Dia menjelaskan, ada beberapa materi yang diajarkan dalam pelatihan penanggulangan bencana itu, seperti teori dan praktek. Mulai dari dasar hukumnya, kemudian mekanismenya, semua itu dilakukan. Kemudian ada latihan, praktek teknis tentang memberikan pertolongan, baik itu di lapangan maupun pada saat evakuasi.

Sementara itu, Wakil Bupati Jayapura, Giri Wijayantoro sangat mengapresiasi keterlibatan anggota TNI dalam hal ini Korem 172/PWY yang bersedia meluangkan waktunya memberikan materi pelatihan mengenai penanggulangan bencana alam. Kegiatan itu sangat penting, mengingat Kabupaten Jayapura juga baru saja dilanda bencana banjir bandang.

Diakuinya, dalam menanggulangi bencana alam, setiap masyarakat tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya bantuan dari pihak lain.

” Ini diharapkan menjadi contoh kekuatan kita di Kabupaten Jayapura dan Papua pada umumnya. Apa yang dilakukan oleh Korem 172 ini bukan untuk pamor, tapi ini untuk kebaikan bersama dalam rangka mengantisipasi atau menanggulangi bencana,”pungkasnya.(roy/tho)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *