Terbuka Peluang Bea Siswa Kuliah di New Zealand

Kegiatan sesi informasi New Zealand Scholarships di Hotel Aston Jayapura (11/12) kemarin.  Desember

JAYAPURA-New Zealand Scholarships (NZS), program bantuan bea siswa dari  negara Selandia Baru atau dikenal dengan sebutan New Zealand Aid program dan dikelola oleh Kementerian Luar Negeri dan Perdagangan Selandia Baru (MFAT), kembali memberi kesempatan bagi kaum muda Indonesia, termasuk Papua untuk kuliah di New Zealand.

   Pada tahun 2020 nanti, akan diberikan hingga 60 beasiswa pasca sarjana kepada masyarakat Indonesia yang berkualitas dan memiliki komitmen tinggi terhadap pembangunan. Tujuan dari NZS adalah untuk memberikan pendidikan akademis kepada individu terpilih agar dapat mempelajari keterampilan baru dan memperoleh pengetahuan untuk membantu dalam pembangunan sosial dan ekonomi di Indonesia sekembalinya ke tanah air.

   New Zealand Aid program memberikan beasiswa sebagai bagian dari misi negara Selandia Baru dalam mendukung pembangunan yang berkelanjutan untuk mengurangi tingkat kemiskinan, dan berkontribusi terhadap dunia yang lebih aman, adil, dan makmur. Beasiswa ini ditawarkan di bidang studi tertentu yang sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan di Indonesia.

   Bidang studi yang ditawarkan dalam program NZS adalah yang terkait dengan perubahan iklim dan lingkungan; manajemen bencana; ketahanan pangan dan pertanian; energi terbaharukan, serta pemerintahan.

  Priyo Yudiatmoko, salah satu penerima beasiswa NZS tahun seleksi 2015/2016, mengatakan bahwa dalam pemilihan bidang studi dari pendidikan pasca sarjana yang akan dilakukan di Selandia Baru harus berdasarkan dan berhubungan dengan pekerjaan kita.

   “Keterampilan yang ingin ditingkatan harus memberikan dampak positif terhadap kinerja dan profesionalisme di tempat bekerja dan wilayah tempat tinggal.”ujar Priyo yang lewat beasiswa NZS Priyo kuliah di  Magister Kebijakan Publik (Public Policy) di Victoria University of Wellington dan kini bekerja untuk Badan Pusat Statistik (BPS) Propinsi Papua, serta terlibat khusus di Badan Data Nasional.

   Menurut Cornelia Desiana Matani, salah satu penerima beasiswa NZS tahun seleksi 2012/2013, ada beberapa tantangan dalam melaksanakan studi di Selandia Baru, diantaranya adalah kewajiban menulis karya akademik dalam Bahasa Inggris. Namun hal tersebut tidak terlalu membebani Cornelia karena menurutnya ada banyak sekali seminar-seminar terkait dengan menulis karya ilmiah, berpikir kritis, analisa kritis, dan sebagainya yang dapat dihadirinya dalam rangka menjawab tantangan yang ia hadapi.

    “Saya sangat senang bahwa universitas menyediakan begitu banyak sumber daya dan fasilitas agar saya dapat menyelesaikan tugas-tugas serta memiliki lebih banyak wawasan terkait bidang studi yang saya tekuni”ujarnya.

    “Cara dari para professor membimbing kami sangat luar biasa, dimana mereka begitu mendengarkan, teliti, bersemangat, dan yang terpenting adalah semangat kesetaraan yang dipraktekan terhadap semua siswanya. Di sana kami betul betul diperlakukan secara setara dan tidak dibeda-bedakan,”lanjut Cornelia Desiana Matani berkesempatan melaksanakan studi di program Magister Akuntansi di Massey University, dan saat ini Cornelia menjabat sebagai Dosen Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi di Universitas Cendrawasih.

  Cerita pengalaman belajar di Selandia Baru, juga datang dari salah seorang penerima beasiswa NZS yang saat ini masih berada di Selandia baru untuk program studi PhD di University of Canterbury tahun seleksi 2015/2016. Dia adalah John Urasti Blessia, seorang Dosen dari Fakultas Ekonomi jurusan Akuntansi Universitas Cendrawasih.

   “Selandia Baru adalah negara dengan sistem Pendidikan kelas dunia, bereputasi tinggi, dan memiliki layanan terbaik untuk para siswa. Para dosen, peneliti, dan staf di masing-masing universitas di Selandia Baru, sangatlah professional dan berkomitmen tinggi. “ungkapnya.

  Sementara itu, terkait   pendaftaran beasiswa yang akan berlangsung pada tanggal 1 Februari – 28 February 2020 tahun depan, pihak pengelola beasiswa melakukan sosialisasi di hotel Aston Jayapura, Rabu (11/12) tadi malam.  Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 60 orang, serta para alumni beasiswa NZS yang berdomisili di Jayapura.     

   Menurut Annisa Pambayun, selaku tim pengelola beasiswa NZS, kegiatan ini secara rutin dilakukan agar lebih banyak masyarakat Papua yang mendapatkan informasi baik tentang kesempatan beasiswa untuk sekolah ke luar negeri, khususnya negara Selandia Baru. Ia menambahkan bahwa para individu yang berminat untuk mendaftar beasiswa wajib mencari informasi secara mandiri melalui website NZSCHOLARSHIPS.GOVT.NZ karena website tersebut menjelaskan secara detail tentang persyaratan dan cara mendaftar beasiswa NZS.

  “Setiap individu yang memenuhi syarat yang ditetapkan, dapat melakukan pendaftaran secara online melalui NZSCHOLARSHIPS.GOVT.NZ. Informasi lengkap juga terdapat di website tersebut, dan bila ada pertanyaan bisa menghubungi nomor 021 5205090.”tambahnya. (tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *