Polisi Amankan Puluhan Liter Cap Tikus

Anggota Kepolisian dari Polres Jayawijaya saat melakukan penggerebekan miras di tiga tempat didalam dan pinggiran Kota Wamena.

WAMENA –Polres Jayawijaya mengerebek tiga tempat pembuatan miras lokal jenis cap Tikus (CT) fermentasi Fermipan di tiga tempat berbeda dalam didalam dan pinggiran Kota wamena, dimana puluhan liter miras ini langsung diamankan di Polres Jayawijaya untuk dimusnahkan. Razia ini juga bertujuan untuk mengendalikan situasi kamtibmas jelang natal dan Tahun Baru.

  Kapolres Jayawijaya AKBP. Dominggus Rumaropen. Mengakui jika adapun penemuan miras yang dilakukan di tiga tempat yakni di Jalan Gatot Subroto, jalan Hola Sili Lokasi III dan jalan baru Wamena, barang bukti yang didapatkan oleh Anggota Kepolisian juga beragam.

  Untuk tempat pertama ditemukan  6 ember besar Miras jenis CT, dua buah kompor Hock, dua buah dandang yang lengkap dengan bambu suling, 11 jerigen 5 liter kosong, dua buah jerigen 20 liter berisikan miras CT dan tiga buah galon dalam keadaan kosong,”ungkapnya saat ditemui di Polres Jayawijaya Rabu (11/12) kemarin.

  Sedangkan untuk dua tempat berikutnya lanjut Rumaropen, khusus di jalan Holasili Lokasi III (Perum Pemda)  diamankan 54 botol miras jenis CT yang dikemas dalam Botol air mineral berukuran 600 ml, sedangkan dijalan baru ditemukan satu jerigen 5 liter yang miras CT.

  “Kegiatan razia miras, berbagai benda tajam masih terus dilakukan dan itu tidak putus dilakukan baik Pagi , Siang dan malam, kami melakukan razia di beberapa titik dan tempat keramaian dan mendapat hasil sehingga ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Jayawijaya untuk melaporkan tempat pembuatan miras.”beber Kapolres Jayawijaya

    Dalam razia Miras  yang dilakukan ini, Rumaropen mengaku, lebih dominan adalah minuman lokal yang di buat dari fermipan tetapi ini memabukan, per 600 ml dijual dengan Harga Rp 100.000, dan masih saja ada warga yang mengkonsumsi miras dan mereka yang ditemukan mabuk akan diamankan dengan baik.

  “Kita juga berharap masyarakat yang melakukan aktifitas di di dalam Kota Wamena tidak boleh membawa alat tajam seperti badik, padarang, tombak dan panah , kalau pergi berkebun itu diperbolehkan,”tuturnya.(jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *