Korban Bayi Kembar Diyakini Tak Lahir di Rumah Sakit

JAYAPURA –  Polisi di wilayah hukum Polsek Abepura nampaknya sedang diberikan pekerjaan berat. Kasus demi kasus temuan jenasah membuat pusing kepala. Belum selesai satu kasus kini hadapkan pada kasus lainnya.

Untungnya dari empat kejadian, salah satunya sudah menemukan titik terang. Empat kasus temuan mayat ini pertama yang terjadi di gelanggang Expo Waena kemudian ditemukannya sesosok perempuan yang tak bernyawa di bawah Jembatan Youtefa. Kemudian malamnya ditemukan dua sosok bayi di dalam  kantong plastik  yang dibuang orang tuanya. Beberapa jam kemudian muncul laporan  penemuan mayat pria di bukit galian C di Waena. Semua jenazah kemarin berada di ruang jenazah RS Bhayangkara.

Hanya  untuk pengungkapan kasusnya menurut Kapolsek Abepura, AKP Clif Korwa, pihaknya masih menempatkan anggota di lapangan untuk melakukan penyelidikan. “Untuk temuan bayi dan mayat di bukit di Waena kami masih dalami. Anggota saya masih terus mencari keterangan dan petunjuk sehingga masih membutuhkan waktu,” tulis Clif melalui ponselnya.

Ia juga menyampaikan bahwa untuk keterangan selanjutnya akan disampaikan oleh pimpinannya.  “Ia nanti dari Polresta yang memberikan keterangan,” sambungnya.

Terkait temuan dua bayi ini  dari kronologis yang diperoleh Cenderawasih Pos  diketahui jika sekira pukul 21.30 WIT salah satu petugas kebersihan bernama Ivan Monas sedang memindahkan sampah dari bak sampah depan PLTD Waena ke dalam bak truk sampah. Lalu rekannya bernama Marselino Kouw yang berada di dalam bak truk sampah secara tidak sengaja membongkar kantong Plastik berwarna merah yang dilemparkan oleh Ivan Monas dan setelah dibuka ternyata isinya 2 sosok bayi yang sudah meninggal.

Saat itu juga keduanya langsung melapor ke Pos Patmor 6  Perumnas III Waena dan pukul 21.50 WIT anggota Personel Pos Patmor 6 Perumnas III Waena tiba di kokasi kemudian mengamankan situasi sambil menunggu kedatangan mobil jenazah.

Kapolres Jayapura Kota, AKBP Gustav Urbinas melalui Kasubag Humas Polresta Jayapura Kota, Iptu Jahja Rumra menyatakan hal serupa bahwa  tim yang ditugaskan masih di lapangan. “Teman-teman baik dari Polsek maupun Polres masih di lapangan. Agak pusing juga karena satu belum selesai muncul lagi,” kata Jahja.

Namun di sini Polres akan segera merilis perkembangan kasus demi kasus. “Untuk yang di bawah Jembatan Youtefa kami baru mintai keterangan dari pria yang ketika itu ada di lokasi kejadian. Tapi jawabannya belum ada yang bisa dipakai,  seperti ngelantur,”  beber Jahja.

Begitu juga soal jenazah dua bayi. Ditanya tentang bekas tali di leher yang memungkinkan jika bayi ini sengaja dibunuh. Jahja belum bisa memastikan hal tersebut. “Semua masih gelap jadi mohon bersabar, teman-teman masih di lapangan,” pungkasnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *