Tak Jaga Maka Budaya Hilang

Para peserta work shop mendengarkan materi yang disampaikan pemateri di Hotel Horison Kotaraja, Senin (9/12) (Gamel Cepos)

JAYAPURA – Kepala Upt Taman Budaya Provinsi Papua, Usman Muhammad mengingatkan bahwa dampak kemajuan zaman bila tak disikapi serius maka akan mengikis tatanan budaya yang sudah mengakar selama ini. Hal tersebut bukan sekedar isapan jempol namun diyakini akan terjadi andai tak ada upaya untuk terus mengenalkan apa yang menjadi jati diri bagi masyarakat di Papua.  Berangkat dari itulah pihaknya mencoba mengumpulkan sejumlah  tenaga pengajar untuk mengikuti pelatihan terkait seni budaya yang  harus dipertahankan.

Kata Usman work shop ini digelar setelah pihaknya mendapatkan bantuan dari kali pertama pemerintah pusat. Para guru yang menjadi peserta diharap bisa meneruspak hasil work shop kepada peserta didik. “Ini nantinya bermuara pada anak-anak didik khususnya tingkat SMP di Kota Jayapura. Anak-anak didik harus mengetahui dan menguasai apa yang menjadi akar budaya daerahnya dan ini jangan sampai tercerabut,” jelasnya. Dari kegiatan ini Upt Taman Budaya  menggunakan pemateri dari penggian seni tari dan seni rupa untuk menularkan ilmunya.

“Kami lihat musik tradisional lambat laut akan hilang dengan gencarnya kemajuan teknologi sehingga dari work shop ini para guru bisa meneruskan kepada peserta didiknya,” imbuhnya. Sementara Sekretaris Dinas Kebudayaan Provinsi Papua, Yahya Markus Modouw M.Si  menyampaikan bahwa dalam era Otsus upaya pelestarian haruslah dimiliki agar seni dan budaya yang mengakar selama ini tak hilang. Kesenian memang harus berkembang namun jangan melupakan yang menjadi dasar. “Seorang guru juga dituntut untuk kreatif dan mampu membuka wawasan siswanya untuk ikut terlibat dalam upaya pelestarian tadi,” imbuh Yahya. (ade/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *