Sukseskan Sensus Penduduk 2020, BPS Gelar Ngobrol Bareng

Suasana Ngobrol Bareng yang digelar Badan Pusat Statistik Papua menyambut Sensus Penduduk 2020 di kantor BPS Provinsi Papua, Senin (9/12) kemarin. (Yohana/Cepos)

JAYAPPURA – Guna mensukseskan kegiatan Sensus penduduk di tahun 2020, BPS Provinsi Papua menggelar kegiatan Ngobrol Bareng yang melibatkan berbagai lembaga dan instansi pemerintahan, kegiatan Ngobrol Bareng tersebut bertujuan memberikan informasi kepada lembaga pemerintah dan masyasrakat tentang pentingnya melaksanakan sensus penduduk.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Papua, Simon Sapari mengatakan,  Sensus penduduk merupakan kegiatan 10 tahunan yang akan dilaksanakan di awal tahun 2020, bertujuan untuk menyajikan satu data kependudukan bagi pihak-pihak terkait baik itu pemerintahan provinsi, pemerintahan daerah, dan lembaga terkait lainnya.

“Dalam kegiatan ini kita memberikan sosialisasi terkait pelaksanaan sensus penduduk yang akan dilaksanakan menggunakan metode baru yaitu metode kombinasi antara metode online dan metode tradisonal, pelaksanaan sensus penduduk yang akan kami laksanakan pada tahun 2020 ini juga untuk kepentingan bersama untuk membangun Papua guna mensejahterakan rakyat,” kata Simon kepada Cenderawasih Pos, Selasa (9/12) kemarin.

Diakuinya, Sensus Penduduk ini juga akan dilaksanakan secara serentak pada tahun 2020 di 54 Negara salah satunya Indonesia, pelaksanaan sensus penduduk akan sangat berguna bagi pembangunan negara Indonesia dan juga Papua, pihaknya harapkan dengan hasil dari sensus penduduk nantinya bisa memberikan gambaran dan proyeksi kedepannya bagaimana pemerintah dapat membangun masyarakat di Indonesia khususnya di Papua menjadi lebih baik.

Kabid Statistik Sosial BPS Papua Bagas Susilo mengatakan, kegiatan ini bukan hanya untuk saat ini saja tetapi sudah dilakukan beberapa waktu lalu baik itu ditingkat masyarakat, lingkungan sekolah dan lingkungan mahasiswa yakni dengan melakukan kegiatan sosialisasi disekolah dan kampus-kampus, ini merupakan upaya yang dilakukan untuk menyamakan persepsi, langkah dan saling mendukung suksesnya Sensus Penduduk 2020.

“Kami ingin mempublikasikan kepada masyarakat terkait pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 agar pada saat momen tersebut masyarakat sudah paham dan ikut membantu kami melaksanakan penyamaan data kependudukan, SP (Sensus Penduduk) sendiri dilakukan bulan Februari – Maret 2020 merupakan pelaksanaan online, sedangkan Juli 2020 adalah sensus wawancara yang kami lakukan untuk daerah-daerah yang tidak memiliki data internet dan sebagainya,” jelasnya.

Pihaknya akan melakukan survey di tahun 2021 pelaksanaan sensus penduduk di tahun sebelumnya, dalam pelaksanaan Sensus Penduduk 2020 nantinya akan menggunakan 2 metode yakni metode kombinasi yang akan menggunakan data Dukcapil namun penerapan metodenya akan sedikit berfariasi.

“Untuk metode Sensus Online kami targetkan 4-5 persen pelaksanaanya sesuai dengan literasi masyarakat terhadap sensus online itu sendiri, sedangkan untuk pendataan menggunakan gadget lebih fokus pada Kota Jayapura tergantung jaringan pendukung dan sisanya akan kami gunakan sensus wawancara. apapun metode yang akan kami gunakan yang jelas data kependudukan dari Dukcapil,” terangnya.

Diakuinya, meski motodenya bermacam-macam akan tetapi,  tetap menghasilkan satu data untuk Indonesia. untuk diketahui berdasarkan data Dukcapil saat ini 4.300.000 penduduk untuk saat ini dan pihaknya proyeksikan sebesar 3.300.000 penduduk, pihaknya akan terus melakukan konfirmasi penyamaan data, bukan untuk mencari perbedaan tetapi pihaknya ingin mencari data yang berkualitas. (ana/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *