Pemerintah Tak Serius Perhatikan Kasus HAM

JAYAPURA-Tanggal 8 Desember 2014 tepatnya 5 tahun silam, peristiwa kelam terjadi di lapangan Karel Gobai, Kota Enarotali, Kabupaten Paniai. Insiden menewaskan empat pemuda setempat, bernama Apius Gobay (16) yang tertembak di perut, Alpius Youw (18) tertembak di pantat, Simon Degei (17) tertembak di rusuk, dan Yulianus Yeimo (17) tertembak di perut dan punggung dan 17 lainnya luka-luka akibat tindakan yang dilakukan oleh oknum aparat saat itu.

Direktur Elsam Pdt Matius Adadikam memandang, pemerintah tidak serius dalam memperhatikan kasus pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia terkhusus di Papua.

Dari pandangan Elsam, banyak kasus yang terjadi di tahun 2018 dan tidak ada sesuatu signifikan terlihat menggembirakan dalam perjuanagna HAM di Indonesia. Bahkan kasus tersebut berlanjut  hingga tahun 2019.

“Dari pandangan Elsam, kasus HAM di Indonesia secara menyeluruh dan Papua secara khusus penyelesaiannya akan mengalami kesulitan. Apalagi saat ini banyak petinggi-petinggi di militer TNI dan juga Polri masuk dalam kabinet. Sehingga bagi kami itu menyulitkan penyelesaian pelanggaran HAM itu sendiri,” ucap Pdt Matius kepada Cenderawasih Pos, Sabtu (7/12).

Ia juga menilai awan kelam penyelesaian kasus Paniai dan kasus pelanggaran HAM lainnya. Sebagaimana dari tahun ke tahun  kasus pelanggaran HAM di Papua meningkat. Dari catatan Elsam Papua, ada wilayah-wilayah tertentu yang kasus pelanggaran HAM-nya terjadi secara berulang-ulang. Seperti Paniai dan Nduga.

Menurutnya, 5 tahun kasus Paniai  berdarah, Komnas HAM tentu telah memiliki data dari berbagai lembaga, “Komnas HAM sebagai motor yang kami harap akan berada di depan  untuk terus mendorong kasus Paniai untuk diangkat,” pintanya. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *