Investor Tiongkok Akan Bangun Hydro Power di Papua

Yunus Wonda (Robert Mboik/Cepos)

Yunus Wonda: Jangan Langsung Pesimis dengan Masuknya Investor

JAYAPURA-Agenda keberangkatan beberapa pejabat di provinsi Papua bersama rombongan dari pemerintah pusat ke Tiongkok untuk bertemu investor yang rencananya akan masuk ke Papua sempat mendapat sorotan keras dari pengamat sosial politik Universitas Cenderawasih, Marinus Yaung.

Sorotan tersebut ditanggapi datar oleh mantan Ketua DPR Papua, DR Yunus Wonda yang meminta untuk jangan terlalu cepat menyimbulkan hal buruk dari sebuah upaya yang belum dilakukan. Dirinya juga menyebutkan, agar jangan juga menumbuhkan sikap pesimisme dari niat pemerintah provinsi untuk mendorong masuknya investor guna mendorong pembangunan yang selama ini dirasa masih lambat.

Namun yang jelas kata Yunus Wonda, pemerintah tidak akan menjerumuskan masyarakatnya ke jurang kemelaratan. Tetapi justru sebaliknya. Pemprov Papua dipastikan sudah melakukan hitung-hitungan terkait langkah dan kebijakan yang akan diambil. Ia meyakini Gubernur Lukas Enembe tidak akan gegabah untuk memasukkan investor yang akhirnya “membunuh” rakyatnya sendiri.

“Saya pikir jangan terlalu cepat menyimpulkan, apalagi membenarkan pendapat sendiri. Papua terlalu luas dan kami sudah melihat jauh ke depan bahwa ada sangat banyak pengangguran yang akan menjadi masalah sosial dikemudian hari. Ini pelan-pelan harus dijawab,” kata Yunus melalui ponselnya pekan kemarin.

Ia melihat banyak anak-anak Papua yang selesai kuliah baik di dalam dan luar negeri selalu berharap kepada pemerintah ingin menjadi pegawai. Ini  menurutnya ke depan akan menjadi gejolak yang tetap harus dicarikan jalan keluar.

Bahkan jika gagal, banyak anak-anak Papua yang akan minder  dan semakin tertinggal. “Kami melihat Papua sudah harus membuka diri, memberi ruang kepada investor untuk melihat apa yang bisa dilakukan. Kami tetap melihat untung ruginya. Tidak mungkin menjerumuskan,” katanya.

Yunus juga menolak  kalimat bahwa ada banyak kematian dari kebijakan yang dirasa kurang tepat. “Saya pikir kita semua tahu, siapa yang paling siap berdiri di depan untuk anak-anak Papua, siapa yang siap pasang badan untuk kebaikan Papua jadi jangan mengatakan seperti itu. Kurang bagus, bebernya.

Ia meminta publik ikut mengawasi dari niat pemerintah untuk mendatangkan investor. Bila lebih banyak kerugiannya maka akan langsung dipertimbangkan. “Tapi jangan langsung menyimpulkan ini itu sementara kegiatan belum dimulai. Itu sudah pesimis namanya,” katanya.

Sementara dari pertemuan Pemprov Papua dengan investor, dikatakan Tiongkok tertarik membangun hydro power di Mamberamo Raya. Dikatakan niat ini sudah diawali dengan survey lebih dulu di tahun lalu dan tahun 2020 akan dimulai.

“Kita membutuhkan banyak energi listrik untuk daerah yang perlahan membangun dan investor ini akan masuk membuat hydro power di Mamberamo Raya. Masyarakat adat setempat juga pasti akan  kami libatkan sebelum semua dimulai. Kita akan paparkan semua rencana tentang ini,” pungkasnya. (ade/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *