PSSI Berusaha Hambat Jalur ke Final

Skuad Persipura Tolikara

JAYAPURA – Tim Persipura Jayapura Tolikara putri harus mengakui keunggulan tamunya PS TIRA Persikabo putri pada leg kedua semifinal Liga 1 putri 2019 yang berlangsung di Stadion Cenderawasih, Biak, Sabu (7/12). Srikandi Bumi Cenderawasih itu menelan kekalahan 2-1, sehingga agregat pun sama kuat 6-6. Sebab di leg pertama Persipura Tolikara putri juga sukses meraih kemenangan 5-4 di markas PS Tira.

Sehingga mengacu pada standar FIFA, serta PSSI sebagai induk organisasi sepakbola Tanah Air maka laga semifinal dengan sistem kandang tandang, Persipura putri memiliki gol tandang yang lebih baik. Persipura putri mampu mencatatkan 5 gol tandang di markas PS Tira, sementara PS Tira hanya mampu mencatatkan dua gol di markas Persipura putri.

Maka dipastikan Persipura Tolikara harusnya melaju kebabak final menghadapi Persib Bandung yang juga telah mengantongi 1 tiket partai final. Namun sepertinya Persipura Tolikara masih dipersulit atau dihalang-halangi PSSI untuk melaju kebabak final.

Diketahui, ketika pertandingan berakhir dengan 2×45 menit, Persipura Tolikara bukanya langsung memastikan diri lolos kebabak final. Namun justru Persipura Tolikara diminta untuk melanjutkan ke babak adu pinalti. Sontak para punggawa Persipura Tolikara menolak. Sebab,  meski agregat 6-6 sama, namun Persipura Tolikara lebih unggul dalam produktifitas gol tandang.

Hingga sampai saat ini, PSSI belum memberikan kepastian mengenai status Persipura Tolikara sebagai finalis Liga 1 kontra Persib Bandung di final.

Sekretaris umum Persipura Jayapura, Rocky Bebena mengatakan, bahwa pihaknya akan melayangkan protes resmi kepada PSSI mengenai regulasi yang membingungkan tersebut.

Pasalnya, ketika leg pertama berjalan, semua mengacu pada regulasi awal dengan memperhitungkan gol tandang jika angregat sama kuat. Namun jelang leg kedua, PSSI mengeluarkan surat dengan mengubah regulasi lama. Bahwa PSSI memutuskan jika didapatkan hasil nilai yang sama dari hasil semifinal leg 1 dan leg 2 maupun final leg 1 dan leg 2 maka penentuan pemenang akan dilanjutkan melalui tendangan dari titik penalti di penandingan leg 2 tanpa melalui perpanjangan waktu (extra time) dan tidak mempertimbangkan ketemuan gol tandang.

Tentu aturan baru itu terasa jangkal, sebab surat tersebut dikeluarkan PSSI malalui Sekjen PSSI Ratu Tisha ketika leg pertama usai digelar, dan tiga hari sebelum kick off leg kedua.

“Kemarin kami sudah komunikasi lisan dengan Sekjen, kami diminta untuk adu penalti, tapi kami tolak dan besok (Senin,red) kami kirim surat protes resmi ke PSSI,” ungkap Rocky kepada Cenderawasih Pos saat dihubungi via telepon selulernya, Minggu (8/12) siang kemarin.

Hal sama dikatakan oleh pelatih kepala Persipura Tolikara putri, Samuel Weya. Bahkan menurutnya, surat yang dikirimkan PSSI hanya untuk pertandingan timnya dengan PS Tira putri, tidak berlaku untuk Persib Bandung dan Arema FC. Apalagi surat tersebut dikeluarkan ketika leg pertama telah usai. Sehingga ia menilai bahwa PSSI dan oknum tertentu melakukan segala cara untuk mengehentikan laju Persipura Tolikara.

“Pertandingan sudah berjalan dengan baik di leg kedua, hanya saja ketika pertandingan usai dengan kemenangan PS TIRA 2-1, kami dipaksa untuk lanjut ke babak adu penalti karena agregat sama 6-6. Namun kami menolak karena kami tahu jika dalam regulasi standar FIFA, jika agregat sama, maka akan ditentukan dengan jumlah gol tandang, dan kami lebih unggul dalam gol tandang karena leg pertama kami menang 5-4 di kandang PS TIRA,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Sekretaris Asprov PSSI Papua, Arifin Soleh juga menilai jika PSSI telah melakukan hal keliru mengenai peraturan skor di leg kedua. Menurutnya, andaikan PSSI memiliki keinginan untuk merubah regulasi, maka baiknya dilakukan sebelum leg pertama berlangsung.

“Namun anehnya, surat yang dikeluarkan oleh PSSI itu ketika leg kedua telah usai. Tentu Persipura akan menolak hal tersebut. Dan jika mengacu pada regulasi yang sesungguhnya, maka dipastikan Persipura Tolikara yang berhak ke final, karena ungggul agregat gol tandang, dan saya yakin Persipura Tolikara tetap ke final,” tanasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *