Mambramo Raya Gelar Pesta Budaya I

Salah satu peserta ketika tampil dalam Pesta Budaya I Kabupaten Mambramo Raya, pekan kemarin.

BIAK-Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Pemerintah Kabupaten Mambramo Raya menggelar Pesta Budaya tahun 2019, dan belangsung selama tiga hari, sejak tanggal 4-6 Desember. Pesta budaya yang baru pertama kali digelar ini melibatkan sejumlah instansi, stake holder dan masyarakat pada dasarnya digelar dalam rangka pelestarian budaya dan sejumlah potensi yang ada di Kabupaten Mambramo Raya.

   “Mambramo Raya memiliki beragam budaya dan potensi alam sebagai anugerah Tuhan yang maha kuasa, karena menjadi kewajiban kita untuk melindungi, menjaga dan mengembangkan serta melestarikannya. Keaneka ragaman budaya dan potensi daerah ini juga perlu dikelola baik untuk menjadi daya tarik tersendiri, khususnya dalam pengembangan sektor kepariwisataan di Mambramo Raya,” kata Bupati Dorinus Dasinapa dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Suwita di pembukaan Pesta Budaya Mamberamo Raya,di Lapangan Bola Kasonaweja, pekan kemarin.

   Dalam releasenya yang diterima Redaksi Cenderawasih Pos, Bupati meminta supaya OPD terkait dalam hal ini Dinas Pariwisata Kabupaten Mambramo Raya dapat mengelola potensi budaya di sektor pariwisata ditingkatkan untuk menjadi sumber pendapatan masyarakat yang ada dikampung- kampung sekaligus menjadi income daerah.

  “Pesta budaya tahun ini merupakan yang pertama kali dilaksanakan dan membuka peluang bagi masyarakat Mambramo Raya mengembangkan potensi dirinya sehingga dapat mandiri,” tandasnya.

   Iven kabupaten yang berlangsung selama tiga hari itu diisi dengan sejumlah acara diantaranya, menampilkan tarian-tarian adat, seminar/diskusi dan pameran budaya serta sejumlah lainnya. Dalam diskusi itu  menghadirkan narasumber dari dewan keseniaan, pemerintah daerah dan perwakilan lainnya.

   “Diharapkan dengan pesta budaya yang pertama ini, kedepan akan kita tingkatkan lebih baik lagi agar semua budaya masyrakat dari 12 distrik dapat dilestarikan, termasuk mempromosikannya sebagai event tetap tahunan di Tanah Papua,’’ ujar Sekda.

   Sementara itu Kadis Pariwisata dan Kebudayan Kabupaten Mambramo Raya Aleks Laim berharap di tahun depan, pesta budaya ini akan tingkatkan statusnya menjadi Festival Mambramo Raya sehingga perlu mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah dengan harapan menjadi daya tarik wisatawan.

   “Tahun ini kami tampilkan tarian –tarian tradisional dan sejumlah acara lainnya, ada 10 poin direkomendasikan hasil rumusan dari diskusi dan seminar, hasilnya rumusannya akan diserahkan ke Pemerintah Kabupaten Mambramo Raya  sehingga dijadikan bahan masukan dalam mengambil berbagai kebijakan pembangunan,” katanya.(itb/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *