Polisi Kembali Lakukan Penggeledahan Dirumah Milik Terduga Teroris

Robert Mboik Cepos
Anggota brimob sedang melakukan penjagaan disekitar lokasi rumah tempat tinggal terduga teroris di Perumahan Kehiran Recidence, Jumat (6/12).

SENTANI-Polisi kembali melakukan penggeldehan dirumah milik terduga teroris di Perumahan Kehiran Recidence Sentani, Jumat (6/12).

Penggeledahan terhadap rumah terduga teroris ini merupakan pengembangan pasca penangkapan yang sudah dilakukan polisi sebelumnya. Media ini belum mendapatkan informasi akurat mengenai penangkapan terhadap terduga teroris ini.

Namun berdasarkan keterangan beberapa warga yang berhasil ditemui Cenderwasih Pos didaerah tempat tinggalnya, terduga teroris itu bernama Aldrensyah alias Hasan. Dia berprofesi sebagai penjual es jeruk disekitar gunung Merah Sentani.

“Saya tidak tahu kalau mereka ini warga saya. Karena tidak pernah melapor ke saya,” kata ketua RT II, Timothius Yoangka kepada wartawan di lokasi kejadian , Jumat (6/12).

Menurutnya, pihaknya sudah menerapkan aturan bagi siapapun warga baru yang hendak tinggal diwilayahnya harus menunjukan kartu keluarga dan KTP. Tapi yang bersangkutan sama sekali tidak mengikuti prosedur tersebut.
“Dia masuk melalui developer, jadi tadi saya sudah sampaikan di dalam, silahkan polisi berurusan dengan developer, karena dia bukan warga saya. Silahkan ditangkap,” tegasnya.

Sementara itu, Nikodemus yang juga sebagai tentangga terduga teroris itu mengaku, yang bersangkutan sudah tinggal ditempat itu sejak tiga bulan lalu. Dia diketahui memiliki seorang istri dan dua anak perempuan serta tiga anak laki laki. Awal mula menempati rumah itu, keluarga tersebut sempat berjualan nasi kotak dan kue didepan komplek perumahan itu. Namun hampir tiga pekan belakangan ini, mereka tidak lagi berjualan.

“Hanya anak anaknya saja yang sering kelihatan main sepeda. Tapi kalau istrinya jarang sekali keluar rumah,”katanya.

Menurut Nikodemus, keluarga tersebut terkenal sedikit tertutup dan jarang bersosialisasi dengan tetangga sekitar rumah. Warga mengaku sangat kaget dengan peristiwa penangkapan itu. Lanjut dia, selain terkenal tertutup, istrinya selalu mengenakan cadar dan menutupi seluruh bagian tubuhnya saat keluar rumah.

“Secara detailnya kami kurang tahu namanya, karena wanita itu selalu menutupi wajahnya pakai kain hitam, hanya mata yang keluar. Pernah ada tetangga yang menegur supaya dia (istrinya) tidak usah menggunakan penutup wajah saat keluar rumah,” tambahnya.

Sebagai catatan, hingga berita ini ditulis, polisi masih melakukan penyelidikan dan pengembangan terhadap peristiwa ini. Selain itu, media ini belum mendapatkan konfirmasi dari pihak kepolisian mengenai kasus ini.(roy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *