Kabulog Balik Pertanyakan Beras Petani Melimpah

Aktivitas di gudang Bulog Merauke.  . (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Kepala Devisi Bulog   Merauke  Djabiruddin  balik mempertanyakan   beras   melimpah di tingkat  petani yang   tidak  terjual karena kesulitan  pemasaran.   Hal ini  diungkapkan  Djabiruddin, karena pihaknya telah mengosongkan  gudang sebanyak 2.000 ton,    namun untuk mengisinya kembali  sudah hampir  satu  minggu  ini  belum setengah  dari gudang yang dikosongkan tersebut terisi kembali.

  “Saya mau  tanya  kembali   beras yang melimpah itu dimana. Karena  kami sudah kosongkan  gudang kami  dengan mengirim 2.000  ton, namun  untuk mengisinya kembali  sampai saat ini  belum setengah  yang terisi kembali. Padahal, hampir satu  minggu pengisian   tersebut. Kalau memang masih  melimpah maka  akan terjadi antrean  panjang  dari truk-truk  di  gudang pengisian  itu,’’ tandas  Djabiruddin  kepada wartawan di temui di  Kantor Bulog Merauke, kemarin.

   Djabiruddin menjelaskan bahwa selama ini pihaknya   menjadi sasaran  karena  dianggap tidak mampu menyerap beras  dari petani tersebut. ‘’Tapi giliran  kami mau membeli berasnya tidak tahu dimana,’’ jelasnya.

   Padahal kata Djabiruddin,  untuk  tahun 2019 ini tinggal beberapa hari lagi   pihaknya  tutup buku. ‘’Artinya kalau kita sudah tutup  buku, maka  tidak  ada lagi pembelian di tahun  2019,’’ jelasnya.

   Meski begitu,  Djabiruddin memperkirakan kemungkinan  adanya pengusaha swasta yang masuk membeli  beras  petani tersebut yang harganya  diatas harga pembelian  Bulog. ‘’Mudah-mudahan  itu yang terjadi, karena   akan menguntungkan  petani,’’ terangnya.

   Djabiruddin  juga menjelaskan  bahwa  di tahun 2019  ini,   jumlah pengadaan beras dari petani hampir  memenuhi target  sebanyak 29.000   ton. “Kita  sudah mencapai 28.000  ton lebih.  Tapi kalau  melebihi target  lebih bagus lagi,’’  terangnya.

   Dari   28.000  ton yang diserap  Bulog dari petani  tersebut,   Djabiruddin menjelaskan   bahwa   yang ada di  gudang  saat ini sebanyak 16.000  ton yang  bisa bertahan sampai  8 bulan  kedepan. Karena saat ini  pihaknya  hanya melayani  jatah  beras  untuk PNS dan TNI Polri. “Kalau dulu kita masih layani  Raskin yang kuotanya cukup  besar tapi sekarang  program itu sudah dialihkan pemerintah  dalam bentuk pemberian lewat non tunai,’’ tambahnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *