Befa Yigibalom: Pesta Perdamaian Dilakukan Januari 2020

Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua yang juga  Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom saat turun ke Distrik Gamelia Kabupaten Lanny Jaya untuk menyerahan Sembako dari Program Lanny Jaya Mandiri. (Denny/ Cepos)

WAMENA-Perdamaian secara keseluruhan dari berbagai konflik yang terjadi di daerah pegunungan Tengah Papua yang digagas Asosiasi oleh Asosiasi Bupati Pegunugan Tengah Papua akan dilakukan pada Januari 2020. Diharapkan seluruh Kabupaten yang ada di Pegunungan Tengah Papua bisa menganggarkan dalam APBD-nya.

   Ketua Asosiasi Bupati Pegunungan Tengah Papua Befa Yigibalom menyatakan jika sampai hari ini Bupati se-Pegunungan Tengah Papua belum melakukan pertemuan, baik masalah -masalah yang terjadi di Wamena maupun masalah yang sedang berkembang seperti pemekaran dan lain -lain ini belum dibicarakan.

  “Rencana untuk membuat perdamaian secara besar -besaran itu belum kita diskusikan dengan seluruh Bupati di Pegunungan Tengah Papua ini, sehingga untuk langkah selanjutnya mungkin akan dilakukan di tahun depan,”ungkapnya, Kamis (5/12) kemarin.

  Menurut Befa, apabila Desember ini ada waktu maka panitianya akan dibentuk di Wamena, mengingat saat ini akhir tahun anggaran dan akan masuk pada tahun anggaran baru sehingga semua pemda bisa terlibat, minimal menganggarkan dalam APBD daerahnya.

  “Proses perdamaian ini pastinya adalah pesta dengan ternak Babi, dan untuk harga ternak babi , saat ini biasanya mencapai Rp 50 juta per ekor, sehingga  memang kita membutuhkan anggaran yang cukup,” jelas Bupati dua Periode Kabupaten Lanny Jaya.

   Befa berharap mungkin dari 10 Kabupaten di pegunungan tengah bisa menganggarkan ditambah bantuan dari Gubernur Papua dan Presiden RI, karena ia sendiri yang akan menghadap Presiden  kalau semua panitia sudah terbentuk dan rekening akan diserahkan karena pada saat kunjungan Presiden RI kemarin di Wamena, presiden sudah setuju dengan itu.

  “Kami sudah meminta kepada Presiden RI pada saat berkunjung ke Wamena untuk membantu melakuikan pesta perdamaian ini, dan beliau sudah menyatakan setuju, sekarang tinggal kita bentuk panitia dan partisipasi dari Kabupaten Pemekarang diwilayah Pegunungan Tengah Papua,”katanya.

  Bupati Lanny Jaya menambahkan jika, perdamaian besar -besaran yang dilakukan ini tidak hanya melibatkan satu golongan tertentu saja, tetapi melibatkan semua masyarakat pegunungan Tengah Papua dan masyarakat Non Papua, agar tidak ada lagi konflik yang terjadi hingga merengut korban jiwa di Pegunungan Tengah Papua.

  “Dalam kerusuhan yang terjadi di Wamena 23 September lalu itu akumulasi dari semua permasalahan di Pegunungan Tengah Papua yang terjadi, sehingga perlu setiap Kabupaten pemekaran melihat masalah ini dan mengambil bagian dalam perdamaian ini,”tambahnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *