Erick Ambil Sikap Tegas jika Terbukti Direksi Nakal

JAKARTA, Jawa Pos – Menanggapi soal dugaan penyelundupan spart part Harley Davidson dan sepeda Brompton yang dibawa Garuda Indonesia, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menunjukkan sikap tegas. Erick menyatakan akan siap mencopot direksi Garuda Indonesia jika terbukti terlibat dan dinyatakan bersalah dalam kasus tersebut.

Untuk saat ini, Erick menegaskan bahwa Kementerian BUMN tetap menjunjung asas praduga tak bersalah. Erick mengaku akan mempersilakan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai untuk menelusuri kasus seperti yang dilaporkan. “Kita juga mesti ada asas praduga tak bersalah, tapi kalau memang benar (bersalah, Red), ya kita copotlah. Tapi ya kita lihat saja proses yang berjalan sekarang ini. Kita tunggu saja,” ujar Erick, di Jakarta, kemarin (4/12).

Menurut dia, yang penting kasus ini harus ditindaklanjuti secara transparan. Dia pun tak segan menyebut bahwa jika direksi Garuda ada yang merasa terlibat dan bersalah, maka sebaiknya mengundurkan diri. “Tunggu saja, Sri Mulyani sendiri yang menginstruksikan Bea Cukai setransparan mungkin,” tambahnya. Erick sendiri mengaku belum memiliki rencana konkrit untuk mengubah susunan direksi atau manajemen Garuda Indonesia hingga saat ini.

Pada kesempatan sebelumnya, Kasubdit Humas Bea dan Cukai Deni Surjantoro mengatakan, barang-barang tersebut ditemukan saat petugas melakukan pengecekan di hanggar pesawat milik PT GMF AeroAsia Tbk di kawasan Bandara Soekarno-Hatta pada Minggu lalu (17/11).

Menurut Deni, saat itu pesawat tersebut baru datang dari pabrik Airbus di Perancis. Kedatangan pesawat itu telah diberitahukan oleh Garuda Indonesia kepada Bea dan Cukai. Berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap pesawat tersebut di bagian kabin cokpit dan penumpang, tidak ditemukan pelanggaran kepabeanan. “Namun, pemeriksaan pada lambung pesawat ditemukan beberapa koper bagasi penumpang dan 18 boks warna coklat yang keseluruhannya memiliki claim tag sebagai bagasi penumpang,” ujarnya.

Di lain pihak, Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Ikhsan Rosan sebelumnya juga sudah memberi konfirmasi bahwa suku cadang motor dan sepeda itu adalah milik karyawan yang bertugas menjemput pesawat dari negara asalnya. “Karyawan sudah mendeclare barang- barang itu ke Bea dan Cukai,” tegasnya.

Namun Ikhsan enggan mengomentari mengenai ujaran Menteri Erick yang mengancam akan mencopot direksi Garuda Indonesia jika terbukti terlibat. Garuda Indonesia, lanjut Ikhsan, akan mengikuti aturan yang berlaku dan menyerahkan sepenuhnya keputusan dari Bea dan Cukai. “Jika perlu membayar pajak kami siap, jika memang harus dikirim kembali atau re-ekspor kami akan mengikuti sepenuhnya,” pungkasnya. (agf/JPG)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *