Tercatat 7.542 Kendaraan Manfaatkan  Bebas Denda Pajak

Ardy R. Bengu, SE (Sulo/Cepos)

MERAUKE-Selama Pemerintah  Provinsi memberlakukan   pembebasan  denda  pajak  kendaraan terhitung selama 4 bulan mulai 1 Agustus-29  November 2019, ribuan warga  atau pemilik kendaraan memanfaatkan bebas denda  pajak tersebut.

   Kepala  Samsat Merauke Ardy R. Bengu, SE, mengungkapkan  bahwa selama 4  bulan  pembebasan  denda pajak kendaraan bermotor  tersebut sebanyak 7.542 unit kendaraan yang dibebaskan   pajak kendaraan bermotornya.   

  “Kemudian   yang memanfaatkan  pajak gratis  balik nama  bermotor itu ada 461 unit kendaraan bermotor,” jelasnya ketika ditemui media ini di ruang kerjanya

   Dikatakan,   untuk 7.542 kendaraan    yang memanfaatkan   pembasan tersebut dengan potensi penerimaan  sebesar  Rp 10,5 miliar. “Tapi karena  denda  tidak dibayar  maka  yang  dibayarkan  sebesar Rp 7,2 miliar. Sedangkan besarnya denda yang  dibebaskan  itu sebesar Rp 3,3 miliar,’’ kata Ardy.

   Jika dibandingkan dengan tahun 2018 lalu, jumlah yang memanfaatkan pembebasan denda pajak ini  meningkat. Menurut   Ardy tahun  2018 lalu 5.486 unit kendaraan dengan jumlah pembebasannya Rp 2,1 miliar.  “Mengalami peningkatan sekitar 37,5 persen.   Mungkin karena masa waktunya yang tahun ini 4  bulan. Sedangkan tahun lalu  hanya 3 bulan saja. Tapi   yang sekarang juga sangat antusias memanfaatklan pembebasan denda  pajak  tersebut,’’ jelasnya.    

   Sementara untuk penerimaan pajak kendaraan bermotor  dari Januari sampai 2 Desember 2019, Ardy Bengu menjelaskan bahwa  sudah over target. Karena  targetnya Rp 28.9 miliar, sedangkan penerimaan sampai 2 Desember 2019 sudah mencapai Rp 30,3 miliar  atau over target sebesar Rp 100,5 persen.

  “Kami perkirakan  kemungkinan over targetnya sekitar  Rp 4 miliar sampai akhir Desember  2019. Ini bisa terjadi karena adanya penegakan yang digalakkan oleh Kasat Lantas dan jajarannya  sehingga mendorong masyarakat tertib administrasi,’’ jelasnya.

   Sementara penerimaan dari balik  nama, diakui Ardy Bengu bahwa untuk balik nama tersebut tergantung dari  kendaraan baru.  Namun untuk tahun ini  target tidak tercapai. Bahkan  menurut   dia, trandnya minus dibandingkan  tahun lalu.

  “Kalau  tahun 2018, pertumbuhan kendaraan  baru di Merauke  bertumbuh. Kalau  tahun ini target   penerimaan kita negatif atau tidak  tercapai,” jelasnya.

  Ardy Bengu memperkirakan,  kemungkinan salah satu faktor  lesunya ekonomi    terutama  pertumbuhan kendaraan baru di Merauke  tersebut karena beras  petani  yang belum terserap pasar dengan baik. ‘’Karena  potensi  kita berbasis pada pertanian,’’ tandasnya. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *