Tangani Stunting, Distrik Yalengga Jadi Contoh

Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua saat memberikan makanan tambahan pencegahan Stunting, di Puskesmas Yalengga, Selasa (3/12). (Denny/Cepos )

WAMENA-Pemerintah Jayawijaya akhirnya meresmikan Puskesmas Yalengga yang dibangun sejak tahun 2018. Bangunan ini akhirnya bisa dimanfaatkan untuk melakukan upaya pelayanan kesehatan masyarakat sesuai dengan visi dan misi pemerintah daerah, sekaligus melaunching program pencegahan stunting di distrik tersebut.

  “Itu sudah target kami karena visi misi kami adalah kesehatan, pendidikan dan perekonomian warga, sehingga setelah diresmikan Puskesmas ini maka kita ingin lihat kinerja dari pelayanan kesehatan di Puskesmas Distrik Yalengga,”ungkap Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua usai meresmikan Puskesmas Yalengga, Selasa (3/12) kemarin.

  Bupati mengaku jika puskesmas ini dibangun satu tahun anggaran, alokasi sekitar Rp 12 atau 13 miliar dari Dana DAK. Dari struktur bangunan sudah memadai, sehingga yang  perlu tambah adalah tenaga medis, karena puskesmas ini akan menjadi puskesmas rawat inap.

  “Kalau jadi puskesmas rawat inap jelas masih membutuhkan tenaga medis dan dokter untuk menjalankan pelayanan kesehatan di Puskesmas ini,”jelas Banua

   Sementara untuk Launching Program Pencegahan Stunting, menurut Bupati, di  Distrik Yalengga,  mama-mama dari setiap kampung memanfaatkan dana kampung untuk pencegahan stunting, sesuai petunjuk yang pemerintah daerah keluarkan.

  “Saya berharap mudah-mudahan bukan cuma di Yalengga, tetapi semua distrik harus lakukan untuk mencegah stunting, melalui penyediaan makanan tambahan bagi anak-anak, pemeriksaan kesehatan ibu-ibu hamil.”jelasnya.

   Kata Jhon Banua, untuk pencegahan stunting sudah ada aturan dari presiden terkait pengalokasian dana untuk stunting dan  sebagai Bupati dengan wakil sudah tindaklanjuti itu, dan semua distrik hampir sudah lakukan. “Saya harap di peluncuran yang di Yalengga ini menjadi contoh, mama-mama di semua kampung siapkan makanan untuk tambahan gizi kepada anak-anak dan ibu hamil.”katanya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *