Progres Jalan Trans Papua Papua Capai 97 Persen

Wakil Mentri PUPR John Wempi Wetipo (JWW) saat didampingi oleh Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura, Ir Osma H. Marbun beserta Kepala Balai Wilayah Sungai Papua, Yulianus M. Mambrasar melintasi jembatan Youtefa dalam rangka jalan santai Hari Bakti PUPR yang ke-74, Senin (2/12) pagi kemarin. (ERIK / CEPOS)

JAYAPURA-Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) XVIII Jayapura, Osman Harianto Marbun mengatakan progres pembangunan jalan Trans Papua harusnya rampung akhir tahun 2019.

Namun dalam proses penyelesaian terjadi beberapa kendala yang membuat progres finish 100 persen.

“Tadinya kami menginginkan jalan Trans Papua rampung di tahun ini. Namun ada beberapa jalan harus terhenti karena gangguan keamanan,” ungkap Osman Marbun, kepada awak media disela-sela jalan santai Hari Bakti PUPR ke-74 di Jayapura, Senin (2/12) kemarin.

Diungkapkan, progres jalan Trans Papua saat ini telah mencapai 97 persen, dengan hanya menyisahkan 26 km untuk bisa tersambung dan akan diselesaikan pada awal tahun 2020 mendatang.

“Dengan situasi seperti ini kita tunggu situasi kemanan, karena kemarin 1 Desember dan kita juga akan menghadapi Natalan sehingga paling efektifnya itu kita mulai kerja lagi dibulan Januari 2020,” ujarnya.

Dia menjelaskan sejumlah pengerjaan jalan harus dihentikan. Yakni Wamena, Kabupaten Jayawijaya ke Mbua, Dekai ke Kenyam, Ilaga ke Sinak terhenti sepanjang tiga kilometer. “Sudah 97 persen, karena tinggal 26 Kilometer itu yang belum tersambung dan di tahun 2020 bisa tuntas dan secepatnya,” ujarnya.

Ia juga membeberkan penuntasan jalan Trans Papua untuk perbatasan masih sekitar 179 Kilometer lagi. Dari Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, ke arah Jayapura. “Intinya bahwa kami menunggu hingga kondisi aman, baru pekerjaan tersebut diselesaikan. Tetapi kami pastikan bahwa tahun depan sudah harus rampung seluruhnya,” tegasnya.

Dikatakan, pengerjaan jalan di wilayah rawan itu dibantu oleh Detasemen Zeni Tempur (Densipur) TNI AD untuk membantu pihak kontraktor mengerjakan jalan. “Tapi juga ada kontraktor yang mengerjakan jalan tersebut, dan Denzipur hanya mendukung keamanan,” ujarnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan (PUPR) Jhon Wempi Wetipo mengatakan jalan Trans Papua yang selama ini didengar hanya Jayapura – Wamena. Padahal kata dia, masih ada jalan trans Papua lainnya yang patut diperhatikan.

“Di Kabupaten Merauke ada jalan Trans Papua yaitu Merauke – Mappi, Mappi – Boven Digoel. Harapannya, pengerjaan ini bisa diselesaikan tepat waktu sehingga dapat mempermudah akses transportasi bagi masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut,” kata Wetipo.

Jalan Trans Papua yang sudah terbuka aksesnya adalah jalan ruas Jayapura-Wamena, yang meningkatkan konektivitas menuju delapan kabupaten di wilayah Pengunungan Papua yakni Yalimo, Jayawijaya, Tolikara, Puncak Jaya, Puncak (Sinak-Ilaga), Lanny Jaya, Memberamo Tengah dan Nduga. (eri/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *