Polisi Tetapkan 20 Orang Tersangka Makar

Tak Ada Unsur Makar, 4 Orang Dipulangkan dari Mapolresta Jayapura Kota

SENTANI- Pihak Kepolisian Polres Jayapura telah menetapkan 20 tersangka dari 34 orang yang telah diamankan, di Sentani, Kabupaten Jayapura, Sabtu (30/11) lalu. Dua puluh orang tersangka ini diduga terlibat dalam kasus dugaan makar.

Kapolres Jayapura, AKBP. Victor Dean Mackbon, mengungkapkan bahwa dari 34 orang yang diamankan bersama barang bukti, 20 orang di antaranya telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu KA, WW, AI, AS, SS, PM, SK, MI, MS, LI, SJ, RT, CHB, YW, YT, IB, YB, NM, MY, dan LK.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan dan penyelidikan, kami akhirnya menetapkan 20 orang sebagai tersangka. Kami juga mengamankan barang bukti berupa beberapa stel pakaian loreng dengan lambang bendera bintang kejora, berbagai macam senjata tajam  dan kartu anggota TPNPB (Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat) serta dokumen terkait West Papua,” ungkapnya dalam konfrensi pers, Senin (2/12).

Dikatakan, 20 orang tersangka ini terbagi atas beberapa kategori sesuai dengan barang bukti. Kapolres Victor Mackbon menyebutkan, 6 orang tersangka berinisial KA, WW, AI, AS, SS, PM dikenakan Undang-Undang Darurat terkait kepemilikan senjata tajam dan juga melakukan kegiatan makar Pasal 106 dan Pasal 2 ayat (1) KUHP.

Sementara  13 orang tersangka lainnya masing-masing berinisial SK, MI, MS, LI, SJ, RT, CHB, YW, YT, IB, YB, NM, MY dijerat Pasal 106 KUHP tentang makar dan 1 orang tersangka berinisial LK dijerat kasus dugaan makar serta penghasutan. LK dijerat Pasal 106 dan pasal 160 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

“Untuk 14 orang lainnya saat kami periksa tidak memenuhi unsur pidana sehingga kami pulangkan. Para simpatisan ini mengaku diperintah untuk melaksanakan kegiatan di lapangan Trikora Abepura pada tanggal 1 Desember. Kami masih dalami siapa yang menyuruh mereka,” jelasnya.

Victor mengucapkan syukur, karena kasus ini bisa dapat digagalkan, sehingga tidak ada masyarakat menjadi korban. “Kami juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat yang telah memberikan informasi kepada pihak TNI-POLRI serta pemerintah daerah, sehingga hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi,” tutupnya.

Sementara itu, empat orang pemuda yangs empat diamankan di Mapolsek Abepura dan selanjutnya diserahkan ke Mapolresta Jayapura Kota, akhirnya dipulangkan. Empat pemuda berinisial MY, DT, ED dan PZ dipulangkan setelah menjalani pemeriksaan.

Keempat pemuda ini dipulangkan, Selasa (2/12) dini hari sekira pukul 01.00 WIT, karena tidak memenuhi unsur tindak pidana makar. Sebelumnya empat pemuda ini diamankan usai mengikuti misa di Gereja Katolik Gembala Baik Abepura, Minggu (1/12). Saat ibadah, mereka mencoret muka bermotif bintang kejora serta membawa kain dengan motif bintang kejora.

Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas kepada wartawan menyebutkan, dari keempat orang tersebut 3 diantaranya adalah mahasiswa di salah satu perguruan tinggi di Jayapura sementara 1 lainya lulusan SMA. Keempat pemuda ini menurut Gustav tinggakl di Distrik Heram.

“Dari hasil introgasi keempat orang tersebut memperoleh selebaran seruan yang dikeluarkan oleh ULMWP, yaitu undangan ibadah di Lapangan Trikora pada 1 Desember pukul 11.00 WIT. Selebaran yang tersebar itu untuk memperingati 58 tahun manivesto politik West Papua atau hari ulang tahun bangsa papua,” jelas Gustav yang didampingi Kasubag Humas Polresta Jayapura Kota, Iptu Jahja Rumra di Mapolresta Jayapura Kota, Selasa (2/12).

Keempat orang tersebut lanjut Gustav, merupakan simpatisan ULMWP yang hendak menghadiri kegiatan ibadah atau doa memperingati  58 tahun manivesto politik west papua 1 Desember 2019.

“Untuk status keempat orang tersebut hanya sebagai saksi dalam penyelidikan. Setelah selesai proses introgasi maka kita memulangkan mereka untuk selanjutnya dilakukan kajian  terhadap penyelidikan lanjutan yang akan dilakukan Polresta kedepan terhadap temuan tersebut,” jelasnya.

Terkait  simbol-simbol yang dibawa keempat orang tersebut berupa dua lembar kain bermotif bintang kejora berukuran 120 cm x 57 cm dan dua lembar kain ukuran kecil 54 cm x 30 cm masih  perlu dilakukan penyelidikan tambahan.

“Tidak menutup kemungkinan dilakukan introgasi lanjutan dalam tahap penyelidikan. Kita akan  melakukan penyelidikan terhadap temuan ini untuk kedepan. Untuk barang bukti sementara diamankan di Polresta untuk menjadi bahan pengembangana penyelidikan lebih lanjut,” ungkapnya.

Dikatakan, pemulangan keempat orang tersebut tidak dibuatkan surat pernyataan. Hal ini dikarenakan apabila nanti ada keperluan dalam penyelidikan lanjutan, tentunya pihak Polresta akan melayangkan undangan klarifikasi lagi pada yang bersangkutan.

Kapolresta Gustav Urbinas juga menjelaskan bahwa pihaknya meminta keterangan Pastor Paroki, dimana menjelaskan secara umum menyimpulkan keempat orang itu bukan jemaat tetap di gereja tersebut.

Hanya saja lanjut Kapolres, mereka sering beribadah di situ namun bukan jemaat tetap dan pihak gereja tidak pernah merencanakan  atau mengizinkan atau membiarkan mereka melakukan aksi tersebut.

“Kejadian ini diketahui setelah perjalanan ibadah Misa berlangsung, sebab keempat orang ini duduk di bagian belakang. Setelah ibadah selesai,  Polisi lalu mengajak keempatnya untuk ikut ke Polsek Abepura,” tuturnya.

Gustav menegaskan tidak ada tindakan Polisi mengamankan orang di tengah-tengah ibadah, tetapi ibadah misa telah selesai dan  pengunjung telah pulang barulah keempat orang tersebut diajak ke Polsek Abepura. (bet/fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *