Markus Haluk Dicecar 56 Pertanyaan

Direktur Eksekutif ULMWP di West Papua Markus Haluk  dan  Ketua Komite Legislatif Edisonk Waromi SH saat menyampaikan keterangan pers  di  Jayapura, Selasa, (26/11). (Noel/Cepos)

Terkait Selebaran Ajakan Ibadah 1 Desember

JAYAPURA-Direktur Eksekutif United Liberation Movement for West Papua (ULMWP) Markus Haluk diperiksa Satuan Reskrim Polresta Jayapura Kota.

Markus dicecar puluhan pertanyaan oleh penyidik di Mapolresta Jayapura Kota terkait edaran selebaran ajakan ibadah 1 Desember.

Kapolres Jayapura Kota, AKBP. Gustav R. Urbinas melalui Kanit Tipikor Satuan Reskrim Polresta Jayapura Kota, Ipda Alamsyah Ali menerangkan, pemeriksaan terhadap Markus dilakukan Sabtu (30/11) dan Minggu (1/12).

Dimana pada Sabtu, Markus mulai diperiksa sekira pukul 15:30 WIT hingga pukul 21:30 WIT dengan 39 pertanyaan. Sementara Minggu (1/12), Markus mulai diperiksa sekira pukul 17:00 WIT hingga pukul 21:00 WIT dengan 17 pertanyaan.

“Pemeriksaan di ruang Mapolresta Jayapura Kota yang bersangkutan didampingi penasehat hukumnya,” terang Ipda Alamsyah kepada  Wartawan di Mapolres Jayapura Kota, Senin (2/12) kemarin.

Menurutnya, tidak menutup kemungkinan Markus Haluk akan dipanggil lagi.  Tergantung pengembangan penyidik di lapangan jika itu diperlukan.

“Ini bukan kali pertama Markus Haluk dipanggil Polisi dan dimintai keterangan terkait beberapa kejadian yang berkaitan dengan ULMWP,” kata Alamsyah kepada Cenderawasih Pos, saat dikonfirmasi Cenderawasih Pos melalui telepon selulernya.

Kapolresta Jayapura Kota AKBP Gustav R Urbinas kepada wartawan di Mapolresta Jayapura Kota menambahkan, pihaknya memeriksa Markus Haluk dalam klarifikasi status saksi dalam penyelidikan.

“Selain Markus Haluk, kami juga memeriksa Edison Waromi dan Pelipus Roba. Namun, masih ada lagi oknum lain yang akan kami periksa untuk mengulas sejauh mana surat selebaran yang sempat beredar yang isinya hampir sama,” terang Kapolresta.

Kesimpulan dari pemeriksaan Markus Haluk, Edison  Waromi dan Pelipus lanjut Kapolresta, mereka tidak pernah tahu menahu terkait selebaran tersebut dan mengaku bukan berasal dari mereka.

“Tetapi apakah betul dan tidaknya siapa yang bertanggung jawab atas itu, termasuk siapa yang membuat dan menyebarkan. Nanti kita akan lakukan penyelidikan lebih lanjut lagi,” ungkap Gustav.

Tidak menutup kemungkinan suatu waktu dalam penyelidikan tambahan pihaknya akan mengundang yang bersangkutan  untuk klarifikasi. Sehingga nanti bisa menentukan apakah kasus tersebut cukup atau tidak untuk dinaikan ke tingkat penyidikan. (fia/nat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *