Bawa Dua Pucuk Senjata, Oknum Pejabat  Diamankan

Kasat Intelkam Polres Merauke Iptu Budi Santoso saat menunjukkan dua pucuk senjata Kaliber 2.2 mm dan jenis MP4 Kaliber 5.56 mm standar olahraga berburu yang berhasil diamankan Satgas Pamtas Yonif 411/PDW kemudian diserahkan ke Kepolisian Resort Merauke, Senin (2/12) (Sulo/Cepos

MERAUKE-Kedapatan membawa dua pucuk senjata  jenis MP4 kaliber 5,56 mm dan jenis Walther Kal 2.2 MM, seorang oknum pejabat di Merauke berinisial S terpaksa harus berurusan dengan aparat   keamanan.   Kapolres Merauke  AKBP  Agustinus  Ary Purwanto, SIK  melalui Kasubbag  Humas AKP Suhardi  didampingi Kasat Intelkam  Iptu Budi  Santoso  kepada wartawan membenarkan   jika  oknum pejabat di lingkup Pemkab Merauke  tersebut sempat diamankan   oleh Satgas Yonif Mekanis  Raider 411/PDW    kemudian diserahkan ke  Polsek Bupul karena membawa  dua pucuk senjata tersebut.

  “Yang bersangkutan diamankan   oleh Satgas Pemtas Yonif 411/PDW  pada  Jumat  29 November 2019 sekitar pukul 15.00 WIT di jalan Trans Papua, Distrik   Elikobel Kabupaten Merauke. Saat itu, dari teman-teman Satgas sedang  melakukan operasi sweeping dan  berhasil mengamankan  yang bersangkutan,’’ kata Kasubabg Humas.

   Menurut Suhardi, selain 2 puncuk senjata  tersebut,  juga  diamankan 36 butir amunisi Kal 5.56 mm,  39 butir amunisi kal 2.2 mm, 1 buah magasen MP4, 2 buah magasen Walther G22, 1 buah  peredam laras, 2 buah teleskop, 1 set kunci teleskop, 1 buah master bright, 1 buah foto copy KTP, 1 buah KTA Perbakin  namun sudah dalam kedaluwarsa.

  Saat saat itu, Kata Kasubag, yang bersangkutan menggunakan mobil Toyota Hilux. “Kemudian barang bukti tersebut diserahkan  dari Satgas 411/PDW kepada Kapolsek Bupul. Selanjutnya, Minggu  1 Desember 2019, dari Kantor Propos Polsek Bupul menyerahkan barang bukti  tersebut ke Kasat Intelkam,” terangnya.

   Sementara  itu, Kasat Intelkam Iptu Budi Santoso melanjutkan bahwa barang bukti tersebut  diterima pada Minggu (1/12).  Menurutnya, kedua senjata  ini adalah senjata olahraga berburu    untuk Perbakin. ‘’Senjatanya resmi karena suratnya ada dan dokumennya ada atas nama S. Sedangkan untuk MP4  sedang dalam pengurusan ke Polda. Tapi pengawasan senjata api dan bahan peledak ada di saya. Kita  memonitor juga. Karena di Merauke ini diindikasikan banyak  senjata ilegal baik rakitan maupun air softgun harus kita tertibkan  dalam hal penertiban berburu  diatur pemerintah supaya tidak gampang digunakan,’’ terangnya.

   Kasat menjelaskan  bahwa pihaknya  telah melakukan interogasi dan yang bersangkutan   hendak berburu. “Kalau di Merauke hanya beberapa saja yang memiliki sertifikasi  berburu,’’ terangnya.

  Kasat Intel juga menjelaskan bahwa  senjata MP4 adalah senjata  yang biasa digunakan menyerbu,  namun anggota  Perbakin juga bisa miliki jenis senjata tersebut. ‘’Tapi pengurusannya  kan dari Intelkam, tapi nanti perpanjangannya di Direktorat  Intelkam,’’ jelasnya.

  Kasat menambahkan  bahwa pada saat diamankan, S tidak membawa dokumen tersebut karena  dokumen tersebut sedang dalam pengurusan dan masih  berada di Intelkam  Polres Merauke. “Sebenarnya pengurusan dokumennya sudah selesai tapi belum kita serahkan.  Tapi seharusnya  tidak bawa senjata tersebut kalau dokumennya belum  ia kantongi,’’ terangnya.  Kasat Intelkam menambahkan bahwa  S  merupakan anggota dari Perbakin Kabupaten Merauke. (ulo/tri)   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *