Apa Kabar 7 Tersangka Kasus Makar ? Benarkah Tak Cukup Alat Bukti ?

JAYAPURA- Koalisi Penegak Hukum dan Ham Papua pertanyakan status ketujuh tersangka kasus makar Papua yang dipindahkan dari rutan Polda Papua ke Rutan Mapolda Kalimantan Timur sejak 4 Oktober lalu hingga saat ini belum ada kejelasan.

Salah satu kuasa hukum dalam kualisi penegak hukum dan Ham Papua Emanuel Gobay Meminta Humas Polri harus objektif terhadap kasus ini, sebab ketujuh kliennya tersebut hingga saat ini statusnya masih tahanan penyidik Polda Papua dan belum ada pelimpaha berkas dan tahanan serta belum ada tahap dua.

Selain itu Lanjut Emanuel, proses pemindahan ketuju orang kasus makar yakni Buktar Tabuni, Agus Kossay, Ferry Kombo, Alexander Gobay, Steven Itlay, Hengki Hilapok dan Irwanus Uropmabin ke  Kalimantan Timur tidak sesuai dengan KUHAP.

“Sehingga itu, kita minta dengan tegas ketujuh orang tersebut segera dikembalikan ke  papua,” tegas Emanuel kepada Cenderawasih Pos, Selasa (3/12).

Dikatakan, ketujuh tersangka kasus makar tersebut saat ini sedang menjalani penahanan tambahan selama 30 hari. Dimana sebelumnya mereka sudah menjalani penahanan selama 60 hari.

“Nah, penambahan 30 hari masa tahanan itu dikarenakan mereka diganjar dengan pasal  yang hukumannya 9 tahun ke atas,” kata Emanuel.

Dengan berlarut-larutnya penanganan kasus ini sebagaimana tujuan penyelidikan dan penyidikan untuk mencari alat bukti, Emanuel menduga bahwa belum cukupnya alat bukti untuk mentersangkakan ketujuh kliennya tersebut.

Dengan demikian lanjutnya, ada kemungkinan ketika naik tahap dua dengan kondisi kekurangan alat bukti. Sudah tentu akan membuat jaksa berpikir.

“Sehingga dengan tegas kami meminta apabila tidak ada alat bukti yang mengarah pada tuduhan mereka, ketujuh orang kasus makar ini segera dibebaskan,” tegasnya.

Hal ini dikarenakan waktu sudah sangat lama, masa hanya untuk mencari alat bukti  hingga berlarut-larut sampai saat ini.

Ia juga mempertanyakan kasus ini sudah 3 bulan namun belum ada kejelasan, padahal normalnya waktu tahanan di penyidik selama 60 hari dan ini sudah lebih dari 60 hari.

“Itu artinya kita bisa duga bahwa tidak ada alat bukti yang bisa menetapkan mereka sebagai tersangka, jadi sudahlah tidak usah dibuat-buat terkait perkara ini. Mending dihentikan saja kasus ini dan segera bebaskan klien kami kembalikan mereka ke Papua karena ketidak cukupan alat bukti,” pintanya. (fia)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *