319 Hari Lagi, PB PON Genjot Persiapan

Yusuf Yambe Yabdi (ERIK / CEPOS)

PON 2020 Papua

JAYAPURA – Wakil Ketua Harian PB PON Yusuf Yambe Yabdi, terus melakukan akselerasi untuk persiapan jelang PON XX Tahun 2020 yang kini hanya menyisahkan 319 hari jelang pelaksanaan.

“Saya baru saja diangkat menjadi wakil ketua harian PB PON, jadi saya lebih kepada bagaimana mengkonsolidasikan dan merekonsiliasikan hal-hal yang sudah menjadi persiapan selama ini, kita kembali mereview apa yang sudah disiapkan oleh masing-masing ketua bidang dan masing-masing koordinator di bawah ketua-ketua bidang kemudian kita menyusun rencana untuk bisa dikerjakan dalam kurun waktu 8 bulan,” ungkap Yusuf Yambe Yabdi kepada awak media saat ditemui di Hotel Sahid Jayapura usai melakukan rapat koordinasi bidang-bidang PB PON, Senin (2/12) malam kemarin.

Menurutnya, pasca pendatanganan cabang 37 olahraga pihaknya akan terus menggenjot persiapan dengan waktu yang terbilang singkat. Oleh karena itu ia bersama dengan stakeholder lainnya akan terus memanfaakan waktu sisa untuk bisa meyiapkan segalanya dengan baik.

“Idealnya kita bekerja 2 tahun, tapi sekarang kita tinggal 1 tahun, dan bagaimana dalam satu tahun ini kita melakukan akselerasi jadi seperti itu. Kerja pemerintah apa yang bangun venue itu dinas olahraga itu pemerintah yang siapkan transportasi itu Dinas Perhubungan, siapkan akomodasi itu ada dinas PU serta yang lainnya,” jelasnya.

Dijelaskan, melalui Perintah Provinsi Papua, Panitia Besar PON melalui ketua harian PB PON yang diterjemahkan secara teknis oleh wakil ketua harian, yaitu bagaimana menyiapkan kebutuhan PON membuat perencanaan kebutuhan PON dan menyampaikan kepada Pemerintah mengenai pembiayaan seperti apa.

“Itu tugas saya, makanya konsolidasi dan rekonsiliasi kita lakukan, dan berharap KONI Papua bisa membantu PB PON dalam memberikan informasi-informasi teknis yang dibutuhkan, yang kemudian menyusun panitia inti, panitia pelaksana pertandingan PON. Rekonsiliasi ini kita lakukan untuk mengecek sejauh ini hal-hal yang harus dilakukan oleh pilar-pilar ini sudah berjalan,” ujarnya.

Menurut Yusuf, saat ini Bidang Pertandingan saat ini telah memiliki jadwal pertandingan, hanya saja mereka menunggu kepastian penyelesaian venue dari mdari Disorda Papua dan Kementrian PU serta Kabupaten yang juga turut membangun venue pertandingan cabang olahraga.

“Dan dalam waktu dekat kita akan melakukan rapat penetapan cabang olahraga di tiap kluster, dan rencana kita lakukan di pertengahan bulan Desember 2019. Rapat penetapan cabang olahraga di setiap venue supaya tidak berubah-berubah, dan ini yang harus kita tetapkan setelah itu rapat penyusunan panitia inti dan panitia pelaksana pertandingan,” sambungnya.

Sementara itu, Wakil Ketua KONI Pusat, Suwarno menambahkan, bahwa pertemuan ini untuk terus mengecek progres kesiapan Papua sebagai tuan rumah PON. Sehingga masing-masing bidang menyampaikan paparannya dengan tujuan untuk mengetahui sampai di mana kemajuannya.

“Memang sudah banyak kemajuan, tapi perlu percepatan dan koordinasi yang intens dari masing-masing bidang. Khusus bidang pertandingan, kita melihat rencana dari 37 cabor dan akan digelar di mana saja. Misalnya, Merauke dan Timika serta Jayapura seperti apa ini sudah clear. Kemudian, jadwalnya sudah tersusun, paling ada review kecil,” jelasnya.

“Sementara untuk Bidang Prasarana, pembangunan venue-venue masih jalan kecuali 4 (empat) venue yang memang masih menunggu Inpres baru yakni venue Panahan, Sepatu Roda, dan 2 venue Dayung. Kementerian PUPR pun sudah siap untuk membangunnya dan tidak terlalu sulit dan masih bisa dikejar, tinggal menunggu Inpres baru dikeluarkan Presiden,” katanya.

Selain itu, Suwarno juga menyarankan PB PON melalui Bidang Akomodasi adanya penambahan akomodasi. Sehingga ia berharap untuk melakukan koordinasi dengan Kementerian Perhubungan terkait dukungan transportasi dan Kementerian PUPR berkaitan pembangunan rumah susun.

“Bidang Konsumsi harus terus bekerja, karena bidang ini paling banyak kaitannya dengan PON yang mencakup semua bidang. Sedangkan Bidang Kesehatan sudah menjelaskan kondisi rumah sakit dan tenaga yang dibutuhkan, jika tenaga medis masih diperlukan maka akan didatangkan dari luar Papua. 31 ambulans sudah diajukan ke Kementerian Kesehatan dan mudah-mudahan bisa dibantu serta kebutuhan Helikopter untuk keperluan evakuasi saat PON sudah dikoordinasikan dengan Basarnas dan sebagainya. Segala EO kita percayakan ke PB PON, kita lihat bagaimana perencanaan dan implementasinya,” tandasnya. (eri/gin).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *