Siswa Kelas IX Kedapatan Bawa Ganja di Kelas

Barang bukti ganja yang diamankan

BNN Papua Akan Pro Aktif ke Sekolah-sekolah

JAYAPURA-Salah satu siswa di SMP di Distrik Jayapura Selatan, hari Senin(2/12) pagi kemarin, kedapatan membawa ganja yang disimpan dalam kantong plastik bening, setelah dilakukan pemeriksaan oleh seorang guru di kelas.

  Salah satu guru Novi H, saat ditemui Cenderawasih Pos sekolah mengaku, awal mula siswa inisial JN kelas IX kedapatan membawa ganja di sekolah, bermula dari seorang guru kelas sedang melakukan pengecekan atribut siswa di kelas, dalam rangka pelaksanaan ujian sekolah.

  Ternyata dilakukan pengecekan tiba-tiba ditemukan di dalam tas seorang  siswanya ada terlihat kantong plastik bening, setelah dibuka tampaknya berisi ganja kering, kemudian pihak sekolah melaporkan ke pihak BNN dan pihak BNN langsung minta siswa dan barang buktinya diserahkan ke BNN Papua, untuk selanjutnya dilakukan rehabilitasi.

  “Ya memang ada salah satu siswa kami kelas IX diduga membawa ganja di kelas, yang disimpan di tas, dalam pemeriksaan atribut sekolah di kelas saat dilakukan ujian, karena ini sering dilakukan tapi ternyata ada siswa yang diduga membawa ganja, tapi sekarang siswanya sudah dibawa ke BNN Papua bersama barang bukti untuk dilakukan penyidikan lebih mendalam, namun karena masih usia di bawah umur siswa dilakukan rehabilitasi,”jelasnya.

  Pihaknya berharap, kejadian seperti ini jangan sampai terulang kembali, karena aturan pemerintah sudah jelas, jika ada yang berurusan dengan Narkoba pasti akan berurusan dengan hukum.

Sementara itu, Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua Brigjen Pol Jackson Lapalonga menyebutkan, beberapa sekolah SMP dan SMA yang ada di Kabupaten Jayapura dan Kota Jayapura terindikasi adanya penyebaran Narkotika jenis ganja.

“Terkait dengan kejadian ini kita akan pro aktif ke sekolah tersebut, menemui Kepala Sekolah  atau guru yang bersangkutan untuk mendengarkan bagaimana upaya mereka melakukan  pencegahan di sekolah,” jelasnya Senin (2/12).

  Antisipasi dari pihak BNN sendiri kata dia sering mengadakan pendekatan dengan sekolah-sekolah, melakukan sosialisasi termasuk pemeriksaan urine telah dilakukan dibeberapa sekolah  untuk antisipasi pencegahan dini terhadap pelajar. Hanya saja, bagaimana  upaya preventif dari guru-guru yang berinteraksi langsung dengan siswa.

“Kita sudah berupaya bekerjasama dengan dinas Pendidikan Kota maupun Provinsi, kita lakukan sosialisasi dengan pihak sekolah bahkan cek urine ke sekolah-sekolah ketika mereka meneirma siswa baru,” terangnya.

Secara terpisah, Kepala Bidang Pencegahan dan Dayanmas BNN Provinsi Papua, Kasman mengatakan siswa dengan insial JN (16) sudah berada di kantor BNN. Yang bersangkutan akan dilakukan proses rehabilitasi. “Pelajar tersebut akan direhab berjalan kurang lebih 3 bulan, dan dia tetap bersekolah seperti biasa,” terangnya. (fia/wen)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *