Mahasiswa Eksodus Difasilitasi Kembali ke Kota Studi

Kunjungan Wakil Bupati Jayawijaya Ke Distrik Watdangku Kabupaten Jayawijaya, Senin (2/12) kemarin. (Denny/ Cepos)

WAMENA- Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua mengaku telah menurunkan tim untuk melakukan pendataan terhadap mahasiswa asal Jayawijaya yang telah kembali baik ke Wamena maupun Ke Jayapura untuk dikirim kembali melanjutkan kuliahnya di beberapa kota Studi yang ada di Luar Papua. Pemda akan memfasilitasi para mahasiswa yang kembali ke kota studinya.

   Menurut Bupati Jhon, para mahasiswa yang ada di Luar Papua mereka mengaku termakan isu untuk pulang dan ternyata setelah pulang juga mereka menyesal karena mereka harus melanjutkan kuliah, namun terkendala dengan biaya transportasi.

   “Sekarang kita data dan mengirim mereka kembali januari 2020 mendatang untuk melanjutkan kuliahnya di kota Studi masing -masing,”ungkapnya senin (2/12) kemarin.

   Ia memastikan jika mereka tak bisa kembali karena menyangkut pembiayaan transportasi ke Kota Studi, maka pemerintah mencoba memfasilitasi mereka untuk bisa kembali melanjutkan pendidikannya.

   “Kami juga belum mendapatkan data lengkap dari tim yang kami kirimkan, sementara untuk distrik wosilimo sendiri ada 10 orang yang akan kembali melanjutkan kuliahnya sehingga mungkin di setiap distrik ada mahasiswanya yang pulang.” jelas Bupati

  Secara terpisah Wakil Bupati Jayawijaya Marthin Yogobi menyatakan Pemerintah Kabupaten Jayawijaya,  minta mahasiswa asli Papua yang eksodus pasca kasus rasisme, mendaftarkan diri untuk dipulangkan kembali ke daerah tempat mereka kuliah mereka sebagai generasi bangsa itu harus terus melanjutkan pendidikan.

   “Gubernur sudah mengeluarkan instruksi,berikan tugas kepada Pa Matius Murib dan Aleksander Mauri untuk mendata semua mahasiswa asli Papua yang hendak kembali ke kota studi masing-masing,”katanya.

  Karena Aleksander Mauri berdomisili di Kabupaten Jayawijaya, Wabup memastikan mahasiswa eksodus bisa pergi dan mendaftar di kediaman Aleksander yang tidak jauh dari RSUD Wamena. Karena pemerintah harap mahasiwa ada yang mau pulang kembali, segera melapor  untuk didata

   Ia memastikan tidak ada batas waktu yang diberikan bagi mahasiswa untuk mendaftar agar difasilitasi pemerintah provinsi ke daerah mereka kuliah.”Pendataan ini dibuka seluas-luasnya untuk adik-adik kita yang mau kembali. Itu difasilitasi secara penuh oleh pemerintah provinsi,” tutupnya. (jo/tri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *