Ketika Akong Mengantarkan Claudia Raih Medali Emas pada Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia

Foto bersama dari kiri ke kanan  Direktur Eksekutif YPPK Fransiskus Asisi Kota dan Kabupaten Jayapura, Silvester Lobya, S.Sos.  Claudia Theresia  Dai Songar, Kepsek SMP YPPK Bonaventura, Yohanes B. Sua Dula di Lapangan Upacara SMP YPPK Bonaventura Sentani, Senin (2/12). (Robert Mboik Cepos)

Sempat Pesimis Karena Banyak Kontestan Punya Hasil Karya yang Lebih Canggih

Claudia, siswi SMP YPPK Bonaventura Sentani akhirnya menjuarai Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di Jakarta. Dari ajang itu, dia berhasil meraih peringkat 1 dari 34 provinsi dan  membawa pulang medali emas serta uang senilai Rp 5 juta.

Laporan: Robert Mboik- Sentani

Sejak pagi, Senin (2/12), kemarin ratusan siswa SMP YPPK  Bonaventura Sentani tampak  berbaris  di depan gerbang masuk sekolah dan  membentuk  pagar betis yang terdiri dari dua barisan panjang dari pintu masuk  yayasan hingga di depan pintu masuk SMP YPPK Bonaventura. Maklum, di sekolah itu, ada tiga lembaga pendidikan, ada SD, SMP dan SMA. Di bagian depan barisan itu terlihat dua siswa berdiri sambil membentangkan baliho bertuliskan, “Keluarga besar SMP YPPK  Bonaventura Sentani mengucapkan congratulation untuk Claudia Theresia  Dai Songar, Gold I Tingkat Nasional Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia di Jakarta, 26-30 November 2019″. Dari tulisan itu diketahui ternyata mereka sedang menanti kedatangan peraih medali emas lomba OPSI 2019 tingkat nasional atas nama Claudia Theresia  Dai Songar.

Pada saat bersamaan tampak juga sejumlah bapak dan ibu guru berbaur dengan ratusan siswa di lapangan yang ada di tengah tiga lembaga pendidikan itu.  Rasa bahagia itu dirasakan oleh segenap warga sekolah, sejumlah guru bahkan menyempatkan moment langkah itu dengan siaran langsung melalui media sosial facebook.

“Kami sedang merayakan keberhasilan , salah satu anak kami yang sukses  meraih medali emas di tingkat nasional,” begitu sepintas terdengar ucapan salah seorang guru yang belum diketahui namanya saat menayangkan siaran langsung melalui ponselnya.

Ya , Claudia sapaan akrab siswa  itu baru saja dinobatkan sebagai pelajar yang memiliki prestasi terbaik di ajang lomba OPSI tahun ini. Karena kehebatannya itu, dia pun berhasil mengukir sejarah baru bagi sekolah swasta tersebut.

Ia sekaligus menjadi  orang pertama di sekolah itu yang berhasil menyabet gold 1 di level nasional. Itu artinya dia berhasil menyingkir kontestan lainnya yang berasal dari 33 provinsi se Indonesia.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Claudia Theresia  Dai Songar merupakan  peserta lomba OPSI asal SMP YPPK Bonaventura Sentani.

Dia dinyatakan lolos mewakili Papua setelah mengikuti seleksi yang dilakukan terpusat di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Adapun materi penelitian yang menjadi bahan presentasinya  dalam kompetisi tersebut, adalah  pemanfaatan  Akong berbahan ramah lingkungan. Di mana Akong ini merupakan wadah khusus yang sudah didesain secara sederhana yang berfungsi menampung limbah ludah pinang bagi  setiap  warga yang  mengkonsumsinya.

Dari persoalan yang sederhana inilah kemudian mengantarkan Claudia berhasil meraih prestasi yang membanggakan baik bagi sekolahnya, Kabupaten Jayapura hingga Provinsi Papua.

Kepada koran ini, Senin, (2/12), ia mengaku seolah belum percaya jika ia berhasil menjadi yang terbaik dalam ajang OPSI ini. Mengingat, semua peserta yang mengikuti kegiatan itu merupakan peserta terbaik.

“Yang pertama saya berterima kasih kepada Tuhan, karena hasil ini bukan  karya saya sendiri tapi atas campur tangan Tuhan. Kemudian apa yang saya dapat hari ini bukan sebuah keberhasilan, tetapi sebuah pencapaian di mana pencapaian itu melewati suatu proses yang panjang dan keterlibatan banyak pihak. Baik orang tua, guru, pembibing dan kepala sekolah yang selalu mengingingkan kami punya prestasi,” ungkap Claudia.

Dia menuturkan, sebelum  mengikuti ajang tersebut, sempat pesimis karena sejumlah kontestan mempunyai hasil karya yang boleh dikatakan lebih canggih dibanding apa yang dipresentasikannya saat itu. Tapi berkat motivasi dan dukungan dari semua pihak, ternyata kondisi yang dianggap sulit itu pun akhirnya muda dilalui.

” Sistem penilaian dari juri itu 30% saat pameran dan 70% saat presentasi,” katanya.

Namun sebelum itu, setiap pameran itu diberi kesempatan untuk dikunjungi oleh pengunjung. Kemudian berikutnya kesempatan dari para juri untuk mewawancarai langsung setiap kontestan. Dia mengaku, saat kunjungan juri ini banyak pertanyaan yang dilontarkan kepadanya terkait dengan latar belakang dan alasannya memilih penelitian mengenai pemanfaatan Akong itu.

“Menurut saya, penelitian itu tidak perlu mengambil hal-hal yang terlalu jauh dari kita, kita harus mulai dari hal yang sederhana yang ada di sekitar kita,” ungkapnya penuh percaya diri.

Sementara itu, prestasi yang membanggakan itu mendapat sambutan yang sangat positif dari  Direktur Eksekutif YPPK Fransiskus Asisi Kota dan Kabupaten Jayapura, Silvester Lobya, S.Sos. Dia sangat mengapresiasi terkait materi penelitian mengenai ludah pinang yang diangkat dalam ajang lomba OPSI ini. Hal itu karena topik yang digali sangat sesuai dengan kehidupan masyarakat yang ada di Papua.

Di mana  sesuai dengan kebiasaan sebagian masyarakat yang mengkonsumsi pinang, namun belum menempatkan ludah pinang pada tempatnya. Ini merupakan hal yang sangat membanggakan. Oleh karena itu, dari lembaga YPPK selalu mensuport program pendidikan di sekolah. ” Terlebih SMP YPPK Bonaventura ini tercatat sebagai sekolah pelanggan untuk kejuaraan di tingkat kementerian,” bebernya.

Sementara itu, Kepala SMP YPPK Bonaventura, Yohanes B. Sua Dula juga menyampaikan apresiasi kepada siswi tersebut yang sudah berhasil mengharumkan nama sekolah, Kabupaten Jayapura bahkan Provinsi Papua. Menurutnya, apa yang diraih oleh siswinya itu merupakan wujud nyata dari komitmen dan kerja kerasnya sebelum mengikuti ajang tersebut.

” Terus terang saja untuk di bidang-bidang yang lain kami sudah sering ke tingkat nasional, tapi belum sampai pada juara. Tapi kali ini kami berhasil memecahkan rekor meraih gold 1 tingkat nasional,”tambahnya.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *